pariwisata

Warawaditra:Kalau Para Puan Agungkan Kemuliaan Ibu Melalui Musik

Sabtu, 28 Desember 2024 | 09:00 WIB
Konser Akhir Tahun Yogyakarta Royal Orchestra 2024: Warawaditra (Pemprov Yogyakarta)

TITIKTEMU.CO, Warga kota Yogyakarta berdesakan di   kompleks Kagungan Dalem Pagelaran, berlomba-lomba ingin memperebutkan posisi strategis untuk menyaksikan pertunjukan Yogyakarta Royal Orchestra, pertengahan Desember ini. 

Setelah melalui padatnya berbagai gelaran konser gemilang tahun 2024, akhir tahun ini ditutup dengan Konser Akhir Tahun Yogyakarta Royal Orchestra 2024: Warawaditra yang tampak berbeda dari biasanya. Kali ini, konser dimainkan oleh mayoritas musikus perempuan yang melantunkan lagu-lagu bertemakan ketokohan perempuan. 

Konser Warawaditra digelar dalam rangka menyambut Hari Ibu (22/12) yang sejatinya merupakan momentum penting sebagai tanda bangkitnya pemberdayaan perempuan (women empowerment) di Indonesia.

Baca Juga: Jogja Historical Orchestra, Kerennya Kolaborasi Orkestra , Gamelan Dan Aksi Teatrikal

Pemilihan tanggal 22 Desember, didasarkan pada hari pertama digelarnya Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 – 25 Desember 1928 di Yogyakarta. Sebagaimana namanya yakni Warawaditrawara berarti perempuan, sedangkan waditra dalam bahasa Jawa berarti alat musik yang kini digunakan sebagai nama untuk kelompok musik barat di Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu, Warawaditra dapat diartikan sebagai kelompok orkestra perempuan di Yogyakarta.

Konser women orchestra pertama yang digelar oleh Yogyakarta Royal Orchestra menghadirkan lagu-lagu Jawa bertemakan perjuangan dan lekat dengan ketokohan Ibu serta perempuan. Konser ini melantunkan 10 lagu yaitu Kasih Ibu, Yen Ing Tawang Ana Lintang, Lir Ilir, Ibu Pertiwi, Lela Ledhung, Jenang Gula, Concerto Nusantara Movement III, Sio Mama, Padhang Bulan, dan Tanah Airku.

Konser dipimpin oleh Mg Elok Shinta Meilina Agus sebagai konduktor, Nyi MJ Sariwaditro sebagai concert master, pemain solois violin yaitu Nyi MJ Ratnawaditro dan Riana Heath, pemain solois flute yaitu Nyi MJ Rasmiwaditro, solois vokal Nyi MB Larasati sebagai sinden dan Viktoria Friski Lestari sebagai soprano. Selain itu MP Widyoyitnowaditro juga membersamai pelaksanaan women orchestra ini sebagai arranger dan music director. 

Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 hadir bersama Prameswari Dalem, GKR Hemas. Turut mendampingi Putra Dalem Putri GKR Bendara dan Mantu Dalem KPH Notonegoro. 

 

Selain dimanjakan dengan persembahan orkestrasi diiringi vokal yang merdu, hadirin dan tamu undangan juga disuguhkan dengan permainan instrumental lagu-lagu nusantara ala Yogyakarta Royal Orchestra seperti Lir Ilir, Ibu Pertiwi, dan Concerto Nusantara Bagian III. Pada kesempatan kali ini, lagu Lir-Ilir dibawakan dalam format solo flute oleh Nyi Mas Jajar Rasmiwaditro dan lagu Ibu Pertiwi dimainkan dalam format solo violin oleh Nyi Mas Jajar Ratnawaditro. Sementara itu Concerto Nusantara Bagian III yang merupakan karya komposisi baru yang disusun oleh Mas Penewu Widyoyitnowaditro dibawakan oleh solois violin Amerika-Indonesia, Riana Heath. Permainan flute dan violin oleh para pemain berhasil memukau dan menciptakan decak kagum para hadirin.

Baca Juga: Pemkot Yogya Gelar Orkestra Semarak Dirgantara, Kolaborasi Dengan TNI AU

 

Pergelaran Yogyakarta Royal Orchestra sebagai agenda tutup tahun ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Selain terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya, pertunjukan ini juga tidak membutuhkan reservasi khusus.

Masyarakat dapat secara langsung hadir dan menyaksikan penampilan yang disajikan. Di samping itu, para hadirin juga berkesempatan untuk membeli beraneka ragam kudapan tradisional yang disediakan oleh kedai UMKM yang berjejer rapi di sepanjang akses masuk hadirin menuju area pertunjukan Kagungan Dalem Pagelaran.

Atas suksesnya Konser Akhir Tahun 2024, KPH Notonegoro sebagai Penghageng Kawedanan Women orchestra sebagai bagian dari Yogyakarta Royal Orchestra adalah salah satu bentuk apresiasi kemuliaan perempuan yang akan selalu menyala dalam setiap masa.

Tags

Terkini