pariwisata

HUEBAT, Jogja Cross Culture Ke-6 Di Malioboro Jadi Laboratorium Terbuka Seni

Minggu, 26 Mei 2024 | 18:00 WIB
Panggung seni di Jogja Cross Cultur dari tiap kemantren. (Pemkot Jogyakarta)

TITIKTEMU.CO, Jogja Cross Culture (JCC) malam Minggu kembali  digelar untuk keenam kalinya, di sepanjang Jalan Malioboro. JCC mengangkat tema Rikat Rakit Raket dengan menyajikan belasan panggung yang masing-masing dikelola seniman dari 14 kemantren.

Rikat Rakit Raket ini, menurut  Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto mempunyai filosofi atas suatu proses yang menjadi doa bagi semua pihak, perihal pengalaman artistik melalui kegiatan Jogja Cross Culture. 

"Rikat, bermakna kehidupan masyarakat di Kota Yogyakarta yang selalu bergerak dan bekerja cepat. Kemudian Rakit, berarti berproses saling melengkapi dan menyempurnakan, serta Raket, yaitu kebersamaan yang saling mendukung," katanya. 

Baca Juga: KEREN ! Jogja Cross Culture Ada Di Malioboro Malam Minggu Ini

Jogja Cross Culture diharapkan dapat menjadi salah satu ikon promosi dan peluang bagi pelaku usaha, juga masyarakat pemerhati seni budaya di Yogyakarta. Dalam rangka membawa ekonomi Kota Yogya naik tingkat.

Sejalan dengan itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menjelaskan, konsep JCC 2024 berbeda dengan tahun sebelumnya. Disajikan 15 panggung, dengan 1 panggung utama dan 14 lainnya yang dikelola tiap kemantren di sepanjang Jalan Malioboro sejauh 1,2 kilometer. 

"Ini merupakan laboratorium seni juga ruang ekspresi bersama, yang menghadirkan kolaborasi antara para seniman lokal dari 14 kemantren di Kota Yogya, sekaligus menjadi panggung terpanjang untuk menampilkan potensi yang dimiliki setiap wilayah," jelasnya. 

Baca Juga: RSA UGM Pelopori Layanan Wisata Kesehatan , Seperti Apa ?

Salah satu penampil dari Kemantren Wirobrajan, Tini mengatakan, JCC 2024 menjadi satu hal yang berbeda karena tiap kemantren ditantang untuk lebih kreatif lagi dalam menyajikan seni dan potensi wilayah di panggungnya sendiri. 

"Kalau persiapan hanya kurang dari seminggu, karena pemuda yang aktif di Karang Taruna bisa mengkoordinir. Untuk kali ini lebih menarik tantangannya, karena kami menjadi pengelola sekaligus penampil. Kami menyajikan bergodo, kesenian angklung, jatilan serta musik dan tari," ujarnya.

Baca Juga: Agenda Pameran Dan Acara Budaya Seru Minggu Ini Di Yogya, Pas Untuk Mengisi Libur Panjang

Sementara itu salah satu penonton yang merupakan wisatawan dari luar Yogyakarta, Dian mengungkapkan, sepanjang Jalan Malioboro terasa lebih menarik dengan adanya pertunjukan seni di banyak titik.

"Ya memang jadi semakin padat jalannya, tapi ini menjadi hiburan menarik dan gratis untuk wisatawan atau warga sekitar. Harapannya bisa terus berlanjut, dengan konsep yang semakin menarik," ungkapnya.

Tags

Terkini