Dua Event Budaya Jepara Ini Jadi Salah Satu Contoh Pelestarian Budaya Yang Seru Dan Patut Disaksikan

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Kamis, 23 Mei 2024 | 13:00 WIB
Atraksi perang obor (Pemprov Jateng)
Atraksi perang obor (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO, Atraksi perang obor yang digelar di perempatan Desa Tegalsambi, Senin (20/5) mampu menarik antusiasme warga lokal, nasional, hingga mancanegara.

enjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyana mengapresiasi  masyarakat Desa Tegalsambi, yang telah merawat tradisi Desa. Menurutnya, tradisi perang obor tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat agar selalu melestarikan, mengembangkan, serta mengenalkan tradisi dan nilai-nilai luhur sejarah, serta budaya lokal.

Baca Juga: Perayaan Tri Suci Waisak 2024Jadi Daya Tarik 300 Ribu Wisatawan, Ini Alasannya ?

“Kalau boleh, nanti perang obor ini kita tampilkan juga di lokasi pariwisata seperti pantai, untuk menarik minat wisatawan yang lebih luas,” kata Edy.

Selain itu, dirinya secara khusus meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkolaborasi dan Dinas Komunikasi dan Informatika, untuk membranding perang obor, sebagai ikon pariwisata Jepara.

Pada hari yang sama, Pj Bupati Jepara juga menghadiri prosesi Jembul Tulakan, yang merupakan acara sedekah bumi di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo. 

Prosesi Jembul Tulakan (Pemprov Jateng)
Prosesi Jembul Tulakan (Pemprov Jateng)

Dinilai unik, atraktif, dan menarik, juga terkandung nilai historis ketokohan Pahlawan Nasional Ratu Kalinyamat. Karenanya, Edy berharap prosesi Jembul Tulakan perlu dikenalkan ke seluruh masyarakat.

“Kalau perlu, undang bule-bule, karena di Jepara itu ada seribuan (WNA), tontonkan,” ujarnya.

Baca Juga: Aseek, Purbalingga Bakal Perbanyak Pentas Seni Budaya Lokal

Disampaikan, pihaknya siap mendukung upaya-upaya pelestarian budaya. Sehingga, diharapkan para WNA lebih mengenal Kabupaten Jepara.

“Kenalkan bahwa tiap desa itu ada budaya-budaya yang sangat luar biasa. Narasikan juga dengan bahasa yang sudah di-translate,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X