TITIKTEMU.CO, Tradisi balon udara setiap Syawal atau Lebaran, walau kelihatannya indah namun membahayakan dunia penerbangan. Balon yang terbang mengikuti arah angin ini terbang kemana-mana sampai jauh.
Penjabat Gubernur Jawa Tengah , Nana Sudjana mengakui ada dua daerah yakni di Pekalongan dan Wonosobo, yang sering melakukan Festival Balon Udara.
“Sebenarnya ini sangat membahayakan, khususnya bagi penerbangan di wilayah kita. Kami sudah menghubungi bupati Wonosobo dan Pekalongan untuk menertibkan, bahkan tidak ada lagi pesta festival balon tersebut. Ini berlaku di seluruh Jateng,” tegasnya.
Bahkan secara khusus Menhub Budi Karya Sumadi mengingatkan tentang pengaturan pelaksanaan festival balon udara ini.
Baca Juga: Menjelang Lebaran, Pemkot Yogya Mengimbau Masyarakat Bijak Berbelanja Tidak Panic Buying
Ia meminta Kapolres dan Dandim untuk melakukan konsolidasi dengan daerah agar tidak terjadi gangguan aktivitas penerbangan. “Di luar dua titik tersebut, jangan ikut melaksanakan festival balon udara karena balon-balon itu harus dikendalikan," tutur Menhub.
Sementara itu Kapolda Jateng Irjen. Pol. Ahmad Luthfi menyatakan sudah melakukan antisipasi festival balon udara yang sering diadakan. Festival balon udaranya tetap ada , namun balon balon itu tidak diterbangkan seperti biasanya.
“Kegiatan balon udara memang sudah menjadi tradisi. Sudah saya perintahkan semua Kapolres kegiatannya dengan tali. Jadi tradisi tidak hilang, tapi balon udara tidak diterbangkan,” ujar Kapolda.
Bagaimana penyelenggaraannya nanti?