pariwisata

Tradisi Apeman Merata Dilakukan Warga Jogya Jelang Ramadan, Kenapa Ya?

Rabu, 6 Maret 2024 | 11:00 WIB
Salah satu acara Apeman yang digelar warga (Pemkot Yogyakarta)

TITIKTEMU.CO. Setiap menjelang bulan Ramadan sudah menjadi tradisi di Jogya, kalau penganan apem menjadi media untuk acara Apeman.

 Apeman ini adalah gabungan dari unsur keagamaan dan adat kesenian budaya orang jawa. Sebagai tradisi menjelang datangnya bulan suci ramadhan. Tradisi ini memiliki makna sebagai permohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha ESA, saling meminta maaf lahir batin antar umat muslim sebelum datangnya bulan suci ramadhan. Bentuk dari rasa syukur atas rizki bagi  umat muslim di yogyakarta dan unrtuk mendoakan para leluhur terdahulu.

Masyarakat jogja biasanya ikut serta berpartisipasi dalam pembuatan apem. Bahan yang biasanya di gunakan untuk membuat apem yaitu  tepung beras, tepung terigu, gula pasir, air santan, gula pasir, garam, tape singkong, dan fermipan.

Baca Juga: Festival Apem Ruwahan Kampung Ratmakan Untuk Menyambut Bulan Ramadhan

Seluruh apem yang telah di buat masyarakat  kemudian dikumpulkan dan dibentuk menjadi seperti gunungan. Gunungan apem ini lalu dikirab bersama-sama ke sepanjang jalan , lalu setelah di kirab, gunungan apem tersebut di bagikan pada masyarakat. Mereka saling berebut apem tersebut, karena warga jogja percaya bahwa apem-apem tersebut dipercaya dapat membawa berkah bagi siapa yang berhasil mendapatkannya.

Uniknya, hampir setiap kelurahan di Jogya menggelar Apeman ini. Seperti  juga warga Kelurahan Wirobrajan. Festival Apeman dan Kirab Budaya dilaksanakan dengan melibatkan 12 RW se Kelurahan Wirobrajan.

Hal sama juga dilakukan warga Kampung Sanggrahan Kelurahah Semaki Umbulharjo yang menggelar tradisi mengarak gunungan yang berisikan kue tradisonal yaitu Apem pada Minggu lalu.

Baca Juga: Saparan Dengan Menyebar 30.000 Apem Kukus Di Kawasan Wisata Pengging,

Apeman merupakan bentuk syukur kepada yang maha pencipta. Dari kata apem mempunyai makna tersendiri yang artinya permohonan ampun dan melestarikan adat budaya jawa di bulan ruwah dan setiap tahun diselenggarakan.

Banyak makna positif yang terkandung pada Kirab Apeman ini. Apem menjadi simbol saling memaafkan setiap warga. Usai keliling kampung, apem dikumpulkan dan di doakan bersama sama dan kemudian dibagikan ke seluruh warga.




Tags

Terkini