Modal Nekad Menghasilkan Kerajinan Premium Yang Menembus Eropa

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Minggu, 16 Juli 2023 | 11:00 WIB
Barang kerajinan kualitas premium di Palem Craft (Pemkot Yogya)
Barang kerajinan kualitas premium di Palem Craft (Pemkot Yogya)

TITIKTEMU.CO, Modal nekad kadang-kadang bisa membuat seseorang menjadi sukses. Itulah yang dialami Deddy Effendi , yang dari kenekadannya membuat Palem Craft miliknya kini  memiliki omzet Rp 1,5 Miliar per bulan. Omzet itu merupakan perputaran  dari bisnis  penjualan dekorasi rumah seperti cermin, lampu, guci dan aksesoris rumah lainnya.

Di tangan Deddy,  barang-barang yang jarang dilirik seperti serat batang pisang, rumput rayung, bambu, ranting kayu, biji mahoni hingga kulit kerang bisa dibuat barang barang dengan desain eksklusif,  kualitas premium, dan ramah lingkungan. Sehingga menjadi produk yang laris dipasaran. Harganyapun  mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah sesuai tingkat kerumitan produknya.

"Sebelumnya, kami memiliki toko Batik Jogja Kembali yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta. Namun saya berfikir bagaimana toko yang sudah jadi ada kelengkapan seperti kerajinan yang masuk di segmen pasar. Kami buka untuk pemasaran lokal namun gencar di ekspor," ujarnya.

Dari situlah ide-ide terus muncul dan uniknya semua produk langsung didesain oleh Deddi sendiri sehingga bisa disebut produk original hasil karyanya "Dari situ kami mencoba mempelajari karakter menjalankan bisnis dan permintaan luar biasa," jelasnya.

Baca Juga: Tips Naik KRL Solo Jogja Supaya Nyaman

Bisnis ini sudah dijalankan semenjak tahun 2003 dan hampir 90 persen pasar Palem Craft berada di pasar ekspor. Produknya kini sudah diekspor di berbagai belahan Eropa seperti Spanyol, Prancis, Belanda, Belgia bahkan juga merambah ke Amerika, Korea dan Yunani.

"Pasar terbesar kita ekspor bisa mencapai 5 kontainer per bulannya yang tersebar di Eropa, Amerika, Korea dan yang terakhir di Yunani. Untuk Indonesia sendiri kami secara rutin kirim ke hotel dan resort yang ada di Bali," ujar Deddy.

Banyaknya konsumen internasional yang membeli produknya karena  mereka merasa produk Pakem Craft memiliki keunikan dan memenuhi green product atau pembuatan secara alami tidak menggunakan bahan kimia.

Dalam proses pembuatannya Deddy menggunakan teknik press. Dimana cara pembuatannya yang khusus melalui uji bahan yang khusus dengan memilih pelepah pisang yang kuat sehingga saat dipress tidak gampang putus seratnya. Lalu setelah dipress, serat pelepah pisang bisa digunakan berbagai macam anyaman diantaranya dijadikan kepang lalu dibuat melingkar sebagai hiasan cermin lampu hias. Selanjutnya setelah dianyam lalu proses perekatan dan pemotongan agar produk yang dihasilkan rapi dan estetik.

Baca Juga: Drive In Unik Di Yogyakarta, Nonton Di Atas Becak Sambil Menyantap Kuliner

Jika sudah melalui itu semua, maka cermin atau lampu diberikan cat alami khusus dari Palem Craft dan finishing produk diberikan sentuhan air/dicuci agar bersih dan terakhir dikeringkan.

"Kami menggunakan bahan baku utama serat dari pelepah pisang dan limbahnya tidak mengganggu tidak dipakai pun bisa rusak sendiri. Untuk finishing campuran air tidak membahayakan lingkungan pastinya," ujarnya.

Bahan baku yang digunakan tidak banyak ditemui di Kota Yogyakarta. Sehingga Deddy, bekerjasama dengan para petani di seluruh  Indonesia untuk memenuhi bahan baku yang diperlukan.  

"Di Kota Yogyakarta sendiri keberadaan bahan baku tidak banyak. Kami bekerjasama dengan petani di indonesia untuk stok bahan baku yang digunakan. Selain itu, kita menggunakan biji mahoni. Jika dipotong motif batiknya luar biasa," katanya.

Tak hanya itu, Deddy juga memanfaatkan kulit kerang yang dijadikan lampu hias yang menambah keunikan produknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X