TITIKTEMU.CO, Kabupaten Bantul memang merupakan daerah dengan potensi kerajinan kriya yang terbilang tinggi. Terlebih sejak ditetapkannya Bantul sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia pada sektor kriya oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI pada tahun 2023 lalu.
Sehingga tak heran banyak terdapat berbagai pameran kriya yang sering dilaksanakan di Bantul dengan skala lokal hingga internasional.
Salah satunya yang diadakan ASKRINA (Asosiasi Kriyawan Republik Indonesia) sebagai wadah seniman kriya di Indonesia. Baru-baru ini mereka menggelar Pameran Besar Seni Kriya UNDAGI ke-3 di Galeri R.J. Katamsi ISI Yogyakarta, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Tema pameran yang diusung ini adalah Cakra Manggilingan, sebuah filosofi jawa tentang siklus kehidupan yang terus berputar seiring berjalannya waktu. Filosofi ini mengajarkan manusia untuk bijaksana dalam membaca tanda-tanda zaman, memahami perubahan, dan meningkatkan kualitas hidup.
Baca Juga: Melihat Seni Kriya Secara Lengkap Di Matra Kriya Fest 2024, Catat Waktunya
Ketua Penyelenggara Pameran , Nurohman, menjelaskan bahwa dalam pameran ini terdapat dua kategori yang dihimpun dari berbagai kota di Indonesia.
“Pameran ini ada dua kategori open call dan undangan. Kemudian ada diberbagai kota. Tentunya Yogyakarta, serta sentra-sentra kriya ada Jepara, Pekalongan, Solo, kemudian tempat-tempat lain,” terang Nurohman
Dalam rangkaian, acara ini tak hanya menampilkan pameran kriya namun juga terdapat Music Performance, Fashion Show, Talkshow, Artist Talk, Workshop, serta Kenduri ASKRINA. Pameran ini dilaksanakan dari tanggal 18 Januari 2025 hingga 28 Januari 2025, mulai pukul 10.00 - 19.00 WIB setiap harinya yang dapat dikunjungi masyarakat secara gratis.
Baca Juga: Keren , Omset Kriya Jateng di Inacraft 2023 Raup Rp3 Miliar
Arif Suharson, sebagai salah satu kurator dalam pameran ini mengungkapkan, UNDAGI merupakan representasi seni kriya milik seluruh masyarakat Indonesia yang nantinya akan diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun sekali. Lebih lanjut, ia berharap penyelenggaraan pameran ini dapat menjawab tantangan zaman.
“Kita ingin menampilkan karya kriya yang luar biasa, yang bisa dipertanggungjawabkan secara konsep dengan tema laku dan sampai hari ini kriya sebagai riset. Sehingga karya kriya tidak hanya menghadirkan karya saja, tapi juga menghadirkan proses perjalanan kesenimanan dan juga ilmiah dalam arti keilmuan sehingga kriya akan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkap Arif.
Pameran ini menampilkan 133 karya seni kriya yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain kota-kota berbasis sentra kerajinan tersebut, pameran ini juga melibatkan beberapa instansi perguruan negeri. Diantaranya ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISBI Bandung, UNESA, serta ISI Padang Panjang. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong regenerasi seniman di bidang industri kriya.
Artikel Terkait
UMKM Kriya Kayu Rik Rok Magelang Dapat Pendampingan dari Pemprov Jateng
Ini Cerita Para Perajin Kriya Jawa Tengah Ikuti Kriyanusa 2023 di Jakarta
Keren , Omset Kriya Jateng di Inacraft 2023 Raup Rp3 Miliar
Melihat Seni Kriya Secara Lengkap Di Matra Kriya Fest 2024, Catat Waktunya
Dukung Pameran Kriyanusa 2024, BRI Dorong UMKM Kerajinan dan Seni Kriya Naik Kelas