Begini Sejarahnya Gua Maria Mojosongo, Tempat Ziarah Di Solo

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Rabu, 25 Desember 2024 | 11:30 WIB
 Gua Maria Mojosongo yang tenang membuat jemaah khusyu berdoa (Pemkot Surakarta)
Gua Maria Mojosongo yang tenang membuat jemaah khusyu berdoa (Pemkot Surakarta)

TITIKTEMU.CO, Menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Kota Solo kembali menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Selain dikenal dengan wisata budaya dan kuliner, Solo juga memiliki daya tarik wisata religi, terutama unuk Natal, salah satunya Gua Maria Mojosongo.

Terletak di Jalan Debegan, Mojosongo, Jebres, Gua Maria Mojosongo awalnya merupakan tempat ibadah dan ziarah umat Katolik. Kini, gua ini juga menjadi destinasi wisata populer yang dikunjungi umat Katolik maupun wisatawan dari luar kota.

Lokasi ini dulunya hanya tanah lapang dengan semak belukar. Di tengahnya terdapat salib besi yang digunakan sebagai tempat doa rosario. Pada tahun 1980, Rm. Matius Puspo Sudarmo, Pr., memiliki gagasan untuk membangun tempat ziarah bagi umat Katolik di area tersebut.

Gua Maria ini kemudian diberi semboyan “Per Mariam Ad Jesum”, yang berarti “Menuju Yesus melalui Bunda Maria.”

Baca Juga: Gereja Katolik St. Antonius Di Solo Punya Perjalanan Sejarah Yang Menarik

Gua Maria Mojosongo memiliki beberapa elemen penting yang menjadi daya tarik utamanya:

  1. Patung Maria setinggi 2 meter yang menyambut para peziarah di dekat pilar utama.
  2. Bangunan Bertuliskan “Iesus Hominum Salvator” yang berarti “Yesus Sang Juru Selamat Manusia,” melambangkan inti dari iman Katolik.
  3. Tujuh Pilar Sakramen. Bangunan utama dihiasi tujuh pilar yang melambangkan tujuh sakramen gereja, yaitu baptis, ekaristi, tobat, penguatan, perkawinan, imamat, dan pengurapan orang sakit.
  4. Ruang Adorasi. Tempat yang tenang untuk doa, pertobatan, atau perenungan, terletak di belakang mimbar utama.

Pengunjung juga bisa menikmati taman kecil yang asri di sekitar gua. Terdapat beberapa tempat duduk untuk bersantai, kolam dengan patung Yesus yang sedang berlutut, dan suasana yang hening, cocok untuk refleksi spiritual.

Gua Maria Mojosongo tidak hanya menjadi tempat berziarah bagi umat Katolik, tetapi juga simbol harmoni dan kedamaian di Kota Solo. Dengan keindahan dan makna religiusnya, tempat ini menjadi bukti nyata bagaimana Solo memadukan spiritualitas dengan keindahan arsitektur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Surakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X