TITIKTEMU.CO, MALANG - Tragedi sepakbola Indonesia terjadi. Jumlah korbam Kerusuhan yang terjadi pasca kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, terus bertambah.
Kabar di sejumlah media, berubah terus hingga Minggu pagi. Namun ada yang menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 127 orang. Dua orang di antaranya petugas kepolisian.
Namun sampai saat ini belum ada pihak beerwajib yang berkompeten memberikan informasi menyangkut jumlah korban dan insiden kerusuhan setelah Arema kalah 1-2 dari tamunya Persebaya, Surabaya.
Kabar dari lapangan justru muncul dari laporan seorang penonton yang selamat dari Tragedi Kanjuruhan, Sabtu malam. Melalui akun twitter bernama @RezqiWahyu.
Menurut @RezqiWahyu_05 dengan nikcname LIBRA_12.
Kerusuhan bermula ketika pendukung Arema yang kecewa karena tim kesayangannya kalah.
Berikut ini cuitan @RezqiWahyu_05 seorang penonton, suporter Arema yang hadir langsung di stadion dan selamat dari insiden kerusuhan.
Cuitan ini dikutip seutuhnya, tanpa ditambahi atau dikurangi.
Assalamualaikum Sebelumnya saya turut berduka cita sedalam"nya terhadap korban insiden yg terjadi di stadion Kanjuruhan pertandingan Arema vs Persebaya
Yg kedua syukur alhamdulillah, sy di beri keselamatan sampai dirumah.. Dan Bisa menceritakan kronologi versi sya pribadi disini
Disini saya akan coba menceritakan kronologi insiden yang terjadi di kanjuruhan 1 oktober 2022
Dari awal saya masuk stadion (kondisi pemain sedang pemanasan) semua berjalan aman dan tertib hingga kick off pukul 20.00
Babak pertama selesai, dan saat jeda istirahat, ada sekitar 2-3 kali kericuhan sedikit di tribun 12-13, yang bisa segera diamankan oleh pihak berwenang
Disinilah awal mula tragedi dimulai...
Setelah peluit di bunyikan, para pemain arema tertunduk lesu dan kecewa...
Pelatih Arema dan Manager tim mendekati tribun timur dan menunjukkan gestur minta maaf ke supporter..
Disisi lain, ada 1 orang supporter yang dari arah tribun selatan nekat masuk dan mendekati sergio silva dan maringa
Terlihat sedang memberikan motivasi dan kritik kepada mereka..
Kemudian ada lagi beberapa oknum yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema, terlihat john alfarizie mencoba memberi pengertian kepadan oknum" tersebut..
Namun, semakin banyak mereka berdatangan, semakin ricuh kondisi stadion karena dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain..
Di ikuti dengan lempar" berbagai macam benda ke arah lapangan, dan para suppoter yang semakin tidak terkendali.. Ahirnya pemain di giring masuk kedalam ruang ganti dengan kawalan pihak berwajib
Setelah pemain masuk, supporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan...
Pihak aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter, yang menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis, di pentung dengan tongkat panjang, 1 supporter di keroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya
Tpi saat aparat memukul mundur supporter di sisi selatan, supporter dari sisi utara yang menyerang ke arah aparat..
Karena semakin banyaknya supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif...
aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah suppoter yang ada di lapangan
Silih berganti supporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara
Yang ahirnya, selain hujan lemparan benda dari sisi tribun, di dalam lapangan juga terjadi aksi tembak"an gas air mata ke arah supporter
Terhitung puluhan gas air mata sudah ditembakkan ke arah supporter, disetial sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata... Ada juga yang langsung dk tembakkan ke arah tribun penonton, yaitu di tribun 10
Para supporter yang panik karena gas air mata, semakin ricuh diatas tribun, mereka berlarian mencari pintu keluar, tapi sayang pintu keluar sudah penuh sesak karena para supporter panik terkena gas air mata
Banyak ibu" wanita" orang tua Dan anak anak kecil yang terlihat sesak gak berdaya, gak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion
Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata.... Seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet..
Didalam stadion mereka sesak krna gas air mata yang sudah ditembakkan ke berbagai arah
Sedangkan untuk keluar stadionpun gak bisa karena macet Penuh sesak di pintu keluar
Diluar stadion banyak yang terkapar dan pingsan karena efek terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata
dan sekitar pukul 22.30 juga masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat, dan pengeroyokan Supporter terhadap aparat yang Dianggap mengurung kita didalam Stadion dengan puluhan gas air mata
Kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam.. Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita.. supporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata" makian dan amarah... Batu batako, besi dan bambu berterbangan
Hari ini 1 Oktober 2022 adalah titik terendah saya menjadi seorang supporter
Saya masih belum percaya menyaksikan saudara" saya dengan kondisi seperti ini
Tanpa mengurangi rasa respect saya kepada keluarga korban, Disini saya mencoba menjelaskan kronologi yang saya alami secara pribadi..