TITIKTEMU.CO - Liga Premier saat ini sedang jeda internasional pertamanya. Namun sejumlah sejumlah manajer sudah merasakan kursi panas pelatih, dan sebagian lain di bawah tekanan berat klub.
Dua pelatih Scott Parker dan Graham Potter telah kehilangan pekerjaan mereka musim ini. Dengan sejumlah tim lain membuat awal yang buruk di Liga Premier, bisa jadi kapak pemecatan akan melayang kepada mereka, jika tak segera membuat perubahan.
Baca Juga: Bournemouth Pecat Pelatih Scott Parker Menyusul Kekalahan 0-9 dari Liverpool
Berikut ini adalah sejumlah ahli taktik klub Liga Inggris yang rawan pemecatan akibat performa buruk tim yang dihelatnya.
Brendan Rodgers (Leicester)
Awal musim yang sangat mengkhawatirkan bagi Leicester. Mereka hanya menghasilkan satu poin dari tujuh pertandingan pertama mereka. Tak heran Brendan Rodgers terlihat sebagai manajer yang paling berisiko saat ini.
Sebenarnya kekhawatiran sudah ada sebelum kampanye. Penyebabnya, aktivitas transfer yang landai, dan perginya bintang berpengaruh Wesley Fofana dan Kasper Schmeichel.
Baca Juga: Sinopsis dan Pemain Jailangkung Sandekala yang Tayang di Bioskop 22 September
Pelatih asal Irlandia Utara itu pernah membawa The Foxes ke ambang kualifikasi Liga Champions sebelumnya. Prestasinya bahkan membuat rumor, Rogers bakal direkrut klub di enam besar Liga Inggris.
Tapi tim East Midlands Leicester saat ini justru terjun bebas. Kekalahan 6-2 dari Tottenham pada akhir pekan semakin memperlihatkan kelemahan mereka di lini belakang.
Kabarnya petinggi klub sudah menyiapkan pengganti untuk pemain berusia 49 tahun itu. Sepertinya pujian yang dia dapatkan selama tiga setengah tahun masa jabatannya mungkin akan segera habis.
Baca Juga: Profil Dedi Mulyadi Anggota DPR RI yang Digugat Cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika
Bruno Lage (Wolves)
Wolves hanya berhasil meraih satu kemenangan dalam 14 pertandingan terakhir mereka di Premier League
Wolves kehilangan tempat di kejuaraan level Eropa pada 2021-22 setelah hanya meraih dua kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir musim lalu. Dan kini, dengan hanya satu di awal musim Liga Premier 2022-23 menempatkan mereka di tempat ke-17.