Mereka juga bisa memaksa laga harus diselesaikan lewat adu tendangan penalti. Syaratnya, Mahesa Jenar harus mengalahkan Arema dengan skor 2-0 atau skor berapapun dengan margin dua gol.
Meski demikian, pelatih PSIS Semarang Sergio Alexandre tidak mau menyerah. Ia bertekad membalikkan keadaan di Malang.
"PSIS belum habis. Kami akan membalikan keadaan di Malang," tegas Sergio Alexandre dalam sesi konferensi pers selepas pertandingan.
Tentu faktor mental juga akan berpengaruh, karena Mahasa Jenar akan berlaga di kandang Singo Edan, yang terkenal dengan fans Aremania-nya yang begitu kompak dan solid.
Yang harus disadari, ini baru turnamen pra musim. Prioritas utama PSIS tentu menang di Liga 1. Bermain habis-habisan dengan mengorbankan pemain, tentu juga strategi yang kurang bijak. Namun tidak bermain ngotot juga akan mengecewakan Panser Biru dan Snex.
Bermain secara proporsional, itulah yang agaknya harus dimainkan PSIS di leg kedua nanti. Semoga saja ada keajaiban, sehingga Mahesa Jenar bisa mengalahkan Singo Edan.***