olahraga

Ebes Pilih Mundur karena PSIS Belum Mau Diajak Profesional

Senin, 6 Juni 2022 | 01:10 WIB
Dari unggahan instagram fans berat PSIS yaitu Panser Biru di akun @kepareng_wareng terkuak alasan Ebes Anto mundur dari manajemen Laskar Mahesa Jenar (pic/tangkapan layar IG)

TITIKTEMU.CO SEMARANG - Terjawab sudah kini, mengapa Komisaris PSIS Junianto mundur dari manajemen klub kebanggaan warga Kota Semarang itu.

Dari unggahan instagram seorang fans berat PSIS yaitu Panser Biru di akun @kepareng_wareng terkuak juga alasan Ebes Anto, begitu panggilan akrab Junianto, mundur dari manajemen Laskar Mahesa Jenar itu.

Junianto mengungkapkan ia cinta PSIS, tapi saat ini ia memutuskan mundur, karena PSIS belum mau diajak profesional.

Baca Juga: Rafael Nadal Juara Perancis Terbuka 2022, Kukuhkan Rekor 22 Gelar Grand Slam

Pemilik Wahyu Agung Group itu pernah menyatakan kepada media, menginginkan kemajuan PSIS agar bisa bersaing dalam perebutan gelar juara Liga 1. Hanya, saat ini PSIS belum bisa diajak ke arah profesional yang berorientasi pada bisnis.

Karena itu dia beserta putranya, Fardhan, memilih mundur dari PSIS. Menurut Junianto, jika sekarang PSIS  mau menawarkan saham kepada publik, dia yakin tim ini bisa lebih untung dan maju.

Setelah mundur, Junianto melalui RUPS Wahyu Agung Group menunjuk Heri Sasongko untuk mengelola penuh sebagai representatif dari kepemilikan saham Wahyu Agung di PSIS Semarang.

Baca Juga: Tiket Naik ke Candi Borobudur Melonjak Fantastis Jadi Rp 750 Ribu

Saat ini, saham Wahyu Agung Group sebesar 30%, sedang PT Mahesa Jenar Semarang (70%). Dan Ebes menginginkan  suatu saat nanti, ingin membeli 100 persen saham PSIS.

Junianto sejak 2021 sudah menyatakan menargetkan PSIS Semarang, sebagai klub profesional segera melantai di bursa efek untuk menjual saham ke publik atau Initial Public Offering (IPO), agar pendanaan tim semakin kuat.

Di jajaran manajemen PSIS sendiri saat ini, beberapa di antaranya adalah politisi Demokrat. Seperti Yoyok Sukawi sebagai CEO, yang juga anggota DPR. Juga Wahyu Liluk Winarto  sebagai GM, yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang dan  Ketua DPC Partai Demokrat Kota Semarang. Mereka berdua ini sudah begitu lama mengelola PSIS.

Baca Juga: Musim Haji Tahun Ini Beresiko Tinggi, Berikut Fasilitas Kesehatan Yang Diterima Jemaah Haji Indonesia

Sehingga terkesan ada dua kubu manajemen di PSIS, yaitu yang berlatarbelakang politik dan yang berupaya menjadikan PSIS sebagai tim profesional, yang lantas disebut-sebut sebagai kubu kapitalis.

Dampaknya, terkesan supporter PSIS terbelah menjadi tiga kubu, yaitu yang mendukung Yoyok Sukawi (YS), Ebes dan yang netral. Bahkan ada tagar ysout dan ebesstay dalam perbincangan di instagram para supporter PSIS.

Halaman:

Tags

Terkini