TITIKTEMU.CO - Nicolo Zaniolo memimpin Roma meraih gelar Eropa pertama mereka dengan kemenangan 1-0 atas Feyenoord di final Liga Konferensi Eropa di Tirana pada hari Rabu.
Setelah menderita kekalahan di final Piala Eropa 1984 dan kehilangan kejayaan Piala UEFA tujuh tahun kemudian, akhirnya pasukan Jose Mourinho untuk meraih kemenangan Eropa dan mengangkat trofi pertama mereka sejak Coppa Italia pada 2008.
Dalam laga final tersebut, Mourinho menempatkan tiga penyerang dengan Tammy Abraham di depan. Namun pencetak sembilan gol untuk Roma musim ini, tampil kurang cemerlang. Banyak dikepung pemain Feyenoord, Tammy bahkan tak mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sekalipun.
Baca Juga: Final Liga Champions 2022 di Stade de France, Paris, 28 Mei 2022
Zaniolo yang diposisikan Mou di belakang Tammy dalam format 3-4-2-1 bersama Lorenzo Pellegrini justru menjadi penentu kemenangan. Berhasil melewati pasukan Feyenoord yang cenderung lebih menyerang 4-3-3 yang diperagakan pelatih Slot.
Zaniolo, yang absen sepanjang musim 2020-21 setelah menderita cedera dalam waktu kurang dari setahun, mencetak gol pada menit ke-32 untuk membawa Roma memimpin.
Itu menjadi satu-satunya gol dalam laga tersebut, meski pertahanan AS Roma sempat dibombardir tim asal Belanda. Namun penampilan cemerlang kiper Rui Patricio mampu membuat Roma tidak kebobolan.
Patricio setidaknya mampu menahan lima tembakan para pemain Feyenoord, termasuk dua yang nyaris menjadi gol. Tembakan dari Guus Til dan dan Tyrel Malacia di babak kedua.
Gawang AS Roma tetap perawan hingga peluit tanda pertandingan berakhir ditiup wasit Itsvan Kovacs dari Rumania. AS Roma menjadi juara level Eropa yang dihelat EUFA untuk pertama kalinya.
Satu-satunya kesuksesan Roma sebelumnya di Eropa terjadi pada Piala Inter-Cities Fairs Cup 1960-61, yang tidak berafiliasi dengan UEFA.
Baca Juga: Mayat Siswi SMA Ditemukan di Dusun Kadilangon, Desa Kebonbatur, Demak. Diduga Korban Pembunuhan
Keberhasilan memimpin Roma meraih gelar Liga Konferensi, membuat Mourinho menjadi pelatih pertama yang memenangkan trofi besar Eropa dengan empat klub berbeda.
Pelatih asal Portugal itu memenangkan Piala UEFA dan Liga Champions bersama Porto, Liga Champions saat di Inter, dan Liga Europa selama di Manchester United.***