TITIKTEMU.CO, Arab Saudi - Grand Prix Arab Saudi akan tetap berjalan sesuai rencana meskipun ada serangan terhadap fasilitas minyak yang dekat dengan sirkuit Jeddah.
Asap terlihat mengepul ke langit sejauh bermil-mil selama sesi latihan Jumat, dengan pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.
Insiden itu terjadi di kilang Aramco sekitar 12 mil dari Sirkuit Corniche Jeddah, yang menggelar Grand Prix Arab Saudi perdana pada Desember tahun lalu.
Sesi latihan kedua hari Jumat ditunda sebentar karena pembalap dan kepala tim dipanggil oleh CEO Formula Satu Stefano Domenicali, tetapi kemudian dikonfirmasi bahwa acara tersebut tiidak dibatalkan.
Sebuah pernyataan F1 berbunyi: "F1 telah melakukan kontak dekat dengan otoritas terkait menyusul situasi yang terjadi hari ini.
"Pihak berwenang telah mengkonfirmasi acara tersebut dapat berlanjut sesuai rencana dan kami akan tetap berhubungan dekat dengan mereka dan semua tim dan memantau situasi dengan cermat."
Arab Saudi telah memerangi pasukan Houthi sejak Maret 2015 sebagai tanggapan atas penggulingan presiden Yaman sebelumnya.***