TITIKTEMU.CO - Kejuaraan Dunia MotoGP adalah kelas utama dari seri balapan Grand Prix Sepeda Motor. Inilah cikal bakal dari MotoGP.
Pertama kali digelar 1949 dengan nama GP500 dengan kapasitas mesin maksimal 500 cc oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM).
Ajang balapan ini beberapa kali mengalami evolusi baik untuk kelas motor, maupun kapasitas mesin.
Baca Juga: Disambut Bak Pahlawan, Valentino Rossi Pensiun, Mengakhiri Karir di Balapan MotoGP
Kelas motor terdiri single seater dan side cars. Untuk single seater mulai 50 cc, 125 cc, 250 cc, 350 cc, dan 500 cc. Sedangkan motor side cars 350 cc dan 500 cc.
Motor mesin 4 tak mendominasi balapan pada periode 1950-1960-an. Mulai 1970 balapan dikuasai motor 2 tak, menyingkirkan mesin 4 tak dari arena.
Pada periode tahun-tahun itu, kelas motor dalam balapan masih sama. Namun, mulai 1990-an hanya menyisakan tiga kelas, yaitu 125 cc, 250 cc dan 500 cc.
Baca Juga: Yes! Fabio Quartararo Juara Dunia MotoGP 2021
Kelas 500 cc diganti MotoGP dengan kapasita mesin 990 cc pada 2002. Namun, pada 2007 berubah, maksimal kapasitas mesin hanya 800 cc empat tak.
Tiga tahun kemudian, FIM mengubah kelas 250 cc menjadi Moto2 kapasitas mesin 600 cc empat tak. Dua tahun kemudian, kelas 125 cc menjadi Moto3.
Pada 2012 pula kapasitas mesin MotoGP meningkatkan maksimal 1.000 cc. Ajang balap motor paling bergengsi ini diikuti banyak pabrikan motor ternama.
Baca Juga: Francesco 'Pecco' Bagnaia Juara MotoGP Aragon 2021 yang Kalahkan Marc Marquez
Dilansir dari laman resmi MotoGP, sebelum tahun 1949 sebenarnya nama Grand Prix pernah digunakan pada ajang balap motor.
Yaitu oleh Paris Coupe Internationale des Motocyclettes pada 1904. Pesertanya adalah para pembalap Austria, Denmark, Inggris, Jerman, dan Prancis.