TITIKTEMU.CO, MIMIKA - Fatoni atlet terjun payung dari Kontingan Jateng dan Ni Putu Erma Purnama Dewi atlet terjun payung dari Kontingan Papua berhasil meraih medali emas di nomor Ketepatan Mendarat Perorangan Cabang Olahraga Terjun Payung di PON XX Papua 2021.
Supervisor, Panitian PON XX cabor terjun payung Agus Riyanto mengatakan kepada TITIKTEMU.CO, Fatoni dan Ni Putu dipastikan memperoleh medali emas setelah menyelesaikan babak semifinal dan babak yang dilangsungkan Rabu (13/10) di lapangan kantor pusat pemerintahan Kabupaten Mimika. Fatoni dan Ni Putu berhasil meraih medali emas.
Agus juga menyampaikan hasil lengkap nomor Ketepatan Mendarat Perorangan Putra cabor Terjun Payung ini adalah:
- Fatoni dari Kontingan Jateng meraih medali emas,
- Supriyo dari Kontingan Papua meraih medali perak, dan
- Ismail Doda dari Kontingan Jabar meraih medali perunggu.
Fatoni, wakil Jateng, peraih medali emas terjun payung nomor ketepatan mendarat putra PON XX Papua 2021 (Foto: Arief Gareng/Peterjun Jogja)
Baca Juga: Sudah Ditunggu-tunggu Peminat, Eh.. PT. KAI Malah Tunda Pengumuman Seleksi Rekrutmen Pegawai
Sedangkan untuk cabor Terjun Payung di nomor Ketepatan Mendarat Perorangan Putri urutan perolehan medalinya yaitu
- Ni Putu Erma Purnama Dewi (Papua), medali emas,
- Pingkan Mandagi (Sulut), medali perak,
- Benanda Fransiska (Banten), medali perunggu.
Ni Putu, wakil Papua, peraih medali emas terpa nomor ketepatan mendarat putri di PON XX Papua 2021 (Foto: Arief Gareng/Peterjun Jogja)
Baca Juga: Umi Kalsum dan Ayah Rozak Diperiksa Polisi, Ayu Ting Ting kepada Haters: Jangan Pancing Emosi Saya!
Para atlet PON XX Papua, cabor Terjun Payung ini menggunakan pesawat CN 295, Helly Caracal dan Cessna T41D, yang semuanya milik TNI AU.
Pada saat lomba beregu atlet menggunakan pesawat CN295 dan Caracal, dan pada saat babak semifinal dan final perorangan menggunakan pesawat Cessna.
Ketinggian pesawat untuk nomor Ketepatan Mendarat adalah 3500 kaki baik beregu maupun perorangan. Pesawat melintas di atas sasaran dengan kecepatan kurang dari 100 knot.
Atlet secara mandiri memilih meloncat dengan cara berurutan dari pesawat disesuaikan dengan angin dengan dipandu masing-masing spotter atau pembidik.
Kemudian atlet menyusun urutan ketinggian agar tidak saling berebut dalam mendarat yaitu membidik dan menyentuh sasaran.
Sasaran yang dituju disebut Electric disc atau Pad. Alat ini berbentuk lingkaran yang diameternya 35 cm. Titik tengahnya yang disebut Dead Centre berdiameter 3 cm.
Dead Centre sering disebut zero-zero (00), karena apabila atlet menyentuh atau menginjakkan kakinya di titik ini maka display atau monitor akan menyala angka 00 (nol-nol).
Pad ini dilengkapi sensor electronic yang terhubung dengan monitor yang bisa menyala dalam bentuk angka. Sesuai titik sasaran yang diinjak peserta lomba.
Paling tengah adalah dead centre kemudian secara berurutan setiap kelipatan satu centimeter akan termonitor sampai paling besar 16 cm.
Angka terkecil adalah 00 dan angka terbesar adalah 16 cm. Meskipun mendarat di tempat yang jauh tetap dianggap memperoleh nilai angka 16 cm.
Nilai perorangan yaitu angka yang diperoleh di setiap babak akan dijumlahkan. Semakin kecil angkanya maka semakin bagus nilainya.
Untuk nomor beregu, nilai yang diambil yaitu dari penjumlahan angka dari semua babak. Jumlah keseluruhan babak adalah 8 babak.
Sedangkan untuk nomor perorangan, nilai yang diambil yaitu dari penjumlahan angka individu dari 8 babak ditambah babak tambahan, yaitu babak semifinal dan babak final.
Untuk nomor beregu putra jumlah atletnya 4 orang sedangkan untuk nomor beregu putri jumlah atletnya 3 orang. Masing-masing dipimpin oleh kapten tim.
Perolehan nilai nomor Perorangan Putra yaitu, Fatoni: 35, Priyo: 36 dan Doda: 37. Sedangkan nilai perorangan putri yaitu, Ni Putu: 53, Pingkan: 63, dan Benanda: 68.
Kontingan tuan rumah Papua cabor Terjun Payung, selain dapat medali emas di nomor perorangan putri, juga dapat satu medali emas di nomor Kerjasama di Udara, satu medali perak di nomor Ketepatan Mendarat Beregu Putra dan satu medali perunggu di nomor Ketepatan Mendarat Beregu Putri.
Sedangkan Kontingan Jateng selain dapat medali emas di nomor Ketepatan Mendarat Perorangan Putra juga dapat 1 medali perunggu di nomor Ketepatan Mendarat Beregu Putra.***