olahraga

PON XX Papua berdampak positif....Ekonomi Merauke makin aktif

Rabu, 29 September 2021 | 08:00 WIB
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota di Merauke yang berbatasan dengan Papua Nugini (foto: indonesia.go.id)

“Saya berharap agar pandemi segera berakhir dan PLBN Sota bisa kembali ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.”

Warga lain, Musa Dimar, 50, menuturkan, dirinya memiliki pekerjaan asli sebagai pemburu di hutan dan pengojek perbatasan. Namun, sejak tiga tahun terakhir ini, atau tepatnya sejak 2017, Musa Dimar memiliki kesibukan baru sebagai petani vanili.

Baca Juga: DAMRI Telah Membuka Rute Yogyakarta ke Dieng untuk Mendukung Peningkatan Pariswisata

Pria asal suku Kanum, subkultur dari suku Marind, Papua, mempunyai kebun seluas 50x50 meter persegi, Musa yakin kebun vanili miliknya bisa memberikan dukungan yang menjanjikan bagi ekonomi keluarganya.

Interaksi dengan kampung sebelah, istilah lain dari kampung di perbatasan yang masuk wilayah Papua Nugini, yang membuat Musa Dimar beralih menjadi petani vanili. 

Permintaan pedagang yang meminta untuk mencari vanili ke kampung sebelah memicu inisiatif Musa untuk menanam sendiri, dari pada membeli sekilo vanili seharga Rp4-5 juta jenis kering. Dan vanili jenis basah Rp500.000/Kg.

Baca Juga: Kuda Hitam Sheriff Tiraspol Akan Jajal Real Madrid di Estadio Santiago Bernabeu

Setelah kesibukannya menghasilkan pundi-pundi uang, Musa Dimar pun mengajak serta saudara dan tetangganya. sebanyak 25 orang warga Kampung Sota dari Distrik Sota, Kabupaten Merauke bergabung dalam kegiatan itu.

“Saya tidak mau merobek baju orang. Biarkan mereka yang ada kemauan untuk belajar dengan saya soal berkebun vanili,” ujarnya.

Warga sekitar PLBN Sota, Merauke, kini sudah sibuk di kebun vanili sendiri. Jika waktu senggang dan tidak berkebun warga bisa tetap berburu atau menjadi pengojek di PLBN Sota.***

Halaman:

Tags

Terkini