TITIKTEMU.CO - Ons Jabeur yakin keberhasilannya ke final Wimbledon tahun ini merupakan buah kesabarannya. Ini merupakan final Wimbledon berturut-turut untuk Ons Jabeur.
Unggulan keenam Tunisia, runner-up tahun lalu, bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan petenis Belarusia Aryna Sabalenka 6-7 6-4 6-3 di Centre Court.
Baca Juga: Manchester United Buru Rasmus Hojlund Pemain Dinilai akan Menjadi Erling Haaland Baru
Baca Juga: Liga Inggris: Everton rekrut mantan pemain Manchester United berusia senja
Tahun ini Ons Jabeur berhadapan dengan Marketa Vondrousova di partai puncak Wimbledon 2023 pada hari Sabtu (15/7) pkl.20.00 WIB.
Tapi kembalinya Jabeur membuat ketua Wimbledon terhindar dari situasi tidak nyaman ketika Princess of Wales menyerahkan trofi kepada, dan berjabat tangan dengan, pemain dari negara sekutu Rusia, Belarusia, di final putri.
Baca Juga: Tips Naik KRL Solo Jogja Supaya Nyaman
Baca Juga: 7 Wisata Healing di Magelang, Alamnya Bikin Hati Tenang
Alih-alih bentrokan bermuatan politik antara Sabalenka dan Ukraina Elina Svitolina, Centre Court akhirnya akan menjadi tuan rumah Jabeur melawan Czech Marketa Vondrousova pada hari Sabtu.
Jabeur sangat terpukul setelah kalah dari Elena Rybakina di final tahun lalu, tetapi yakin dia adalah pemain yang berbeda 12 bulan kemudian.
Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Jangan Lagi Ada Jemaah Haji Yang Hilang
Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Ini Kronologi Jemaah Haji Yang Hilang
Dia berkata: “Mungkin saya yang dulu akan kalah dalam pertandingan itu hari ini. Mungkin 12 bulan yang lalu, pastinya. Mungkin juga sedikit sebelumnya, seperti enam bulan lalu. Itu pemain yang berbeda.
Sabalenka telah mencapai empat semifinal berturut-turut tetapi hanya memenangkan satu di antaranya, ketika dia merebut gelar Australia Terbuka awal tahun ini.