Pahlawan kemenangan Spanyol di partai puncak, Ferran Torres, terpilih sebagai Man of the Match final Piala Dunia 2026.
Torres yang masuk dari bangku cadangan mencetak satu-satunya gol pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu untuk memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina.
Penghargaan Man of the Match diberikan berdasarkan performa dalam satu pertandingan, berbeda dengan Golden Ball yang menilai kontribusi pemain selama keseluruhan turnamen.
Luis de la Fuente Antar Spanyol ke Gelar Dunia Kedua
Keberhasilan Spanyol menjadi juara tak lepas dari tangan dingin pelatih Luis de la Fuente.
Ia membawa La Roja tampil konsisten sepanjang turnamen dengan mengandalkan penguasaan bola, organisasi pertahanan yang disiplin, serta efektivitas pemain-pemain pengganti.
Di bawah kepemimpinannya, Spanyol berhasil mencatat rentetan hasil impresif dan mengakhiri penantian selama 16 tahun untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah sukses pada edisi 2010.
Skuad Muda Spanyol Tampil Gemilang
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026 diisi kombinasi pemain senior dan generasi muda.
Dengan rata-rata usia sekitar 26 tahun, La Roja memiliki keseimbangan pengalaman dan energi muda. Lamine Yamal menjadi pemain termuda dalam skuad, sedangkan Borja Iglesias tercatat sebagai pemain paling senior.
Beberapa nama seperti Pau Cubarsi, Marc Pubill, Victor Munoz, dan Lamine Yamal menjalani debut mereka di ajang Piala Dunia dan langsung berkontribusi besar terhadap keberhasilan tim.
Pemain Pengganti Jadi Senjata Rahasia La Roja
Salah satu kekuatan terbesar Spanyol sepanjang turnamen adalah kedalaman skuad.
Mikel Merino menjadi pembeda saat mencetak gol kemenangan melawan Portugal di babak 16 besar serta Belgia di perempat final.