Harga tersebut sekaligus menjadi titik terendah saham GOTO dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Buyback Rp3,5 Triliun Belum Dongkrak Optimisme Pasar
Di tengah sentimen negatif yang berkembang di media sosial, GOTO sebenarnya telah mengumumkan langkah strategis melalui program pembelian kembali saham atau buyback.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 18 Juni 2026, pemegang saham menyetujui aksi buyback dengan nilai maksimal mencapai Rp3,5 triliun untuk periode 2026 hingga 2027.
Manajemen menyebut kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan modal sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Meski demikian, aksi korporasi tersebut belum mampu mengubah sentimen pasar secara signifikan. Di media sosial, pembahasan mengenai "kutukan gocap" masih mendominasi percakapan investor.
Bagi sebagian investor ritel, angka Rp50 kini bukan sekadar harga saham, melainkan simbol perjalanan panjang GOTO sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2022.
Apakah program buyback mampu menjadi momentum kebangkitan saham GOTO masih akan bergantung pada kinerja perusahaan serta respons pasar dalam beberapa waktu ke depan.***