Sementara sebagian lain berpendapat dengan system itu, maka pertandingan babak gugur akan lebih berkualitas di fase akhir. Di sisi lain, para fans bersorak membayangkan duel favorit di final.
Aturan Baru FIFA
Di luar pemisahan jalur, FIFA juga memperkenalkan aturan baru: posisi slot dalam grup telah ditentukan sebelum drawing.
Artinya, jadwal pertandingan setiap tuan rumah sudah dipatok, meski mereka belum tahu siapa lawan yang akan dihadapi.
Sebut saja Amerika Serikat. Pada laga pertama fase grup, USMNT dipastikan menghadapi tim dari Pot 3. Pertandingan kedua menghadapkan mereka pada tim Pot 2, dan laga ketiga mempertemukan mereka dengan tim Pot 4.
Pola serupa juga berlaku untuk Meksiko, sedangkan Kanada mendapat urutan berbeda dengan partai pertama melawan tim Pot 4.
Di balik seluruh formula baru ini, satu aturan lama tetap dipertahankan: pembatasan konfederasi. Satu grup tidak boleh diisi dua tim dari konfederasi yang sama, kecuali UEFA.
Dengan format 48 peserta dan 12 grup, FIFA memastikan minimal satu wakil Eropa di setiap grup.
Bukan Sekadar Seremoni
Dengan segala perubahan ini, drawing Piala Dunia 2026 bukan sekadar seremoni penempatan tim, tapi panggung pertama dari eksperimen terbesar FIFA dalam tata kelola turnamen empat tahunan.
Dan di tengah perhitungan matematis, rumor bracket, hingga prediksi massa, bayangan final impian semakin menguat: apakah Messi akan menutup karier dengan duel menghadapi Spanyol yang tengah naik daun?
Jawabannya baru mulai terbentuk pada 5 Desember 2025. Di Kennedy Center, undian itu nanti bukan hanya menentukan grup, tapi juga arah alur drama terbesar sepak bola tahun depan.***