Salah satunya, dia Ia sukses membawa Gamba Osaka juara Liga Champions Asia 2008 dan meraih penghargaan “Pelatih Terbaik AFC” di tahun yang sama.
Nishino juga pernah memimpin Timnas Jepang hingga babak 16 besar Piala Dunia 2018, sebelum akhirnya kalah dramatis dari Belgia.
Meski sempat gagal bersama Thailand pada periode 2019–2021, Nishino dinilai banyak belajar dari pengalaman itu. Dia bisa menjadi opsi menarik bagi PSSI.
Baca Juga: Ini Rapor Patrick Kluivert Selama di Timnas Indonesia: 3 Menang, 1 Seri, 4 kalah
Siapa yang Paling Ideal?
Kelima nama tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Jesus Casas unggul dalam taktik modern, Shin Tae-yong punya pengalaman langsung dengan skuad Garuda.
Van Bronckhorst membawa nilai emosional dan pengalaman Eropa, Cocu menawarkan kesinambungan filosofi Belanda, sementara Nishino menguasai karakter sepak bola Asia.
Keputusan akhir kini ada di tangan PSSI. Siapa pun yang terpilih nanti, harapannya satu: pelatih baru mampu membawa Timnas Indonesia tampil lebih konsisten, berprestasi, dan membanggakan di level global.***