TITIKTEMU.CO - Pemecatan Patrick Kluivert dari kursi pelatih Timnas Indonesia ternyata tidak hanya berdampak pada performa tim, tetapi juga pada keuangan PSSI.
Federasi sepak bola Indonesia itu dikabarkan harus menanggung kompensasi bernilai miliaran rupiah sebagai konsekuensi pemutusan kontrak sebelum waktunya.
Pasalnya, Kluivert masih memiliki sisa kontrak yang belum berakhir. Diketahui, Patrick Kluivert direkrut pada Januari 2025 untuk masa kerja dua tahun, yang seharusnya berakhir pada Desember 2026.
Dengan demikian, pemutusan kontrak ini membuat federasi wajib membayar kompensasi kepada mantan pemain Barcelona itu.
Baca Juga: Begini Respon Patrick Kluivert Usai Dipecat dari Pelatih Timnas Indonesia
Kompensasi Capai Rp2,9 Miliar
Meski PSSI belum merilis detail kontrak secara resmi, sejumlah laporan menyebut nilai kompensasi yang harus dibayarkan bisa mencapai Rp2,9 miliar.
Angka ini mengacu pada kasus serupa yang pernah dialami Kluivert saat melatih klub Turki, Adana Demirspor, pada tahun 2024.
Saat itu, FIFA Football Tribunal memutuskan klub wajib membayar kompensasi sebesar 150 ribu euro kepada Kluivert setelah dirinya dipecat kurang dari enam bulan bekerja.
Jika mengacu pada nilai tersebut, kemungkinan jumlah kompensasi dari PSSI berada di kisaran yang sama. Namun, besaran pastinya bergantung pada isi kontrak dan klausul yang disepakati kedua pihak.
Baca Juga: Ini Rapor Patrick Kluivert Selama di Timnas Indonesia: 3 Menang, 1 Seri, 4 kalah
Kompensasi dalam Dunia Sepak Bola
Dalam dunia sepak bola profesional, kompensasi merupakan hal yang wajar ketika sebuah kontrak diputus sepihak.
Dilansir dari laman Monday Economist, klausul kompensasi biasanya diberikan sebagai bentuk penghargaan atas waktu, tenaga, dan program kerja yang telah diinvestasikan pelatih selama memimpin tim.