Statistik itu membuat publik mulai meragukan efektivitas gaya bermain ala Kluivert yang dikenal lebih mengandalkan disiplin lini belakang dan serangan cepat.
Dalam dua laga terakhir di Jeddah, terbukti Indonesia kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan bahkan sering kehilangan bola di lini tengah.
Namun, Patrick Kluivert menyampaikan dirinya masih percaya dengan proyek jangka panjang Garuda. Kluivert menilai skuad muda Indonesia punya potensi besar jika diberi waktu lebih banyak untuk berkembang.
Kontrak Kluivert dan Kemungkinan Evaluasi
Menurut kontrak yang ditandatangani, Patrick Kluivert memiliki masa kerja dua tahun bersama Timnas Indonesia dengan opsi perpanjangan hingga Desember 2027.
Namun, dengan hasil di Kualifikasi Piala Dunia yang jauh dari target, evaluasi besar kemungkinan akan dilakukan PSSI. Sumber internal PSSI disebut tengah menyiapkan laporan evaluasi performa pelatih asal Belanda itu.
Hingga kini memang belum ada keputusan resmi. Namun, tekanan publik yang semakin tinggi membuat masa depan Kluivert di Timnas menjadi semakin tidak pasti.
Sementara itu, sebelumnya PSSI sudah berbicara soal kemungkinan untuk memecat Patrick Kluivert jika Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Hal tersebut diungkapkan tangan kanan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Arya Sinulingga. Namun, dia menegaskan belum ada pembicaraan soal pemecatan Patrick Kluivert.
"Kita evaluasi," ujar Arya Sinulingga dikutip dari channel YouTube Masih Kureng.
Jika nantinya terjadi pergantian pelatih, itu akan menambah daftar panjang pelatih asing yang pernah menakhodai Timnas Indonesia.
Sebelumnya, nama-nama seperti Luis Milla, Simon McMenemy, Shin Tae-yong, hingga Alfred Riedl pernah mencoba mengangkat prestasi Garuda di level internasional.***