Sejak saat itu, setiap edisi turnamen selalu menghadirkan maskot yang terinspirasi budaya lokal tuan rumah.
Pada 2002 misalnya, saat Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama, FIFA memperkenalkan tiga maskot futuristik bernama Ato, Kaz, dan Nik.
Kini, dengan edisi 2026 yang digelar di tiga negara sekaligus, FIFA kembali melanjutkan tradisi tersebut dengan menampilkan trio maskot yang merepresentasikan identitas tuan rumah.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino, Erick Thohir: Dukungan Besar bagi Olahraga Indonesia
Maskot sebagai Wajah Promosi
Selain tampil di stadion, Clutch, Zayu, dan Maple juga akan menjadi wajah dari berbagai kampanye promosi. Dari merchandise resmi, iklan televisi, hingga interaksi langsung dengan fans di berbagai kota tuan rumah.
Ketiga karakter ini dipastikan akan menjadi idola baru anak-anak dan penggemar sepak bola. Desainnya yang ramah, ekspresif, dan dekat dengan budaya lokal membuat mereka lebih dari sekadar simbol visual.
Piala Dunia 2026 berlangsung pada Juni hingga Juli tahun depan. Dengan jumlah peserta yang bertambah dari 32 menjadi 48 negara, turnamen ini diprediksi akan menjadi pesta sepak bola terbesar sepanjang sejarah.
Pertandingan akan digelar di berbagai kota besar Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Kehadiran trio maskot mempertegas identitas turnamen yang inklusif, penuh semangat, dan mewakili keberagaman budaya.***