Selain itu, kedua atlet langsung didiskualifikasi dari turnamen, sementara tim Vietnam dikeluarkan dari kompetisi lanjutan.
Akibatnya, Vietnam harus puas bertarung untuk posisi 17 hingga 24, kehilangan peluang meraih medali, serta mengalami penurunan moral di antara para pemain lainnya.
Kasus ini juga berdampak besar pada karir Dang Thi Hong dan Nguyen Phuong Quynh. Jika banding yang diajukan VFV ditolak, mereka berpotensi menghadapi larangan bertanding di level internasional.
Di sisi lain, VFV juga terancam menerima sanksi tambahan berupa denda atau pembatasan partisipasi dalam event mendatang.
Kontroversi terkait tes gender bukanlah hal baru di dunia olahraga. Kasus serupa pernah terjadi di cabang tinju dan atletik, di mana regulasi ketat diberlakukan untuk memastikan fair play.
Namun, kasus ini menjadi pengingat penting bagi federasi olahraga di seluruh dunia untuk memperhatikan prosedur administratif secara lebih teliti guna menghindari dampak buruk seperti yang dialami Vietnam saat ini.***