Event ini sudah lima kali digelar sejak 2021 dan tahun ini mencatat peserta terbanyak.
Tak hanya dari Indonesia, ada juga pesepeda dari Malaysia, Australia, Singapura, Kolombia, dan Filipina.
Pelaksana event, Darrick Subrata, menyebut Bentang Jawa sebagai uji ketahanan fisik dan mental yang melintasi jalur pesisir selatan.
Semua peserta berjuang bukan hanya untuk menyentuh garis finish, tapi juga membuktikan bahwa mereka sanggup menghadapi kerasnya lintasan.
Baca Juga: Kredit Korporasi Tumbuh Positif, Wujud Komitmen BRI Dukung Ekspansi Sektor Produktif
Lebih dari Sekadar Balapan
Bagi Azrul, Bentang Jawa bukan hanya lomba sepeda jarak jauh, tapi perjalanan penuh cerita—tentang keringat, strategi, dan ketahanan mental.
Setiap kilometer yang ditempuh adalah pelajaran tentang tekad dan keberanian.
Dan di tengah jalur ekstrem yang memisahkan Banten dan Banyuwangi, semangat itu terus mengayuh tanpa henti.***