Tak lama berselang, Bruno Fernandes menambah keunggulan lewat titik putih.
Penalti ini diberikan setelah pemain Bilbao menarik Hojlund pemain depan MU di kotak penalti.
Dengan tenang, Bruno mengirim bola ke sudut gawang. Sebuah eksekusi dingin yang menunjukkan mentalitas seorang kapten sejati.
Dan seolah belum cukup, Bruno kembali mencetak gol menjelang babak pertama usai.
Kali ini melalui permainan terbuka, ia menyelesaikan serangan dengan sangat klinis. Skor 3-0 membuat Athletic Bilbao terdiam dan para fans United bersorak kegirangan.
Babak Kedua: Kontrol Permainan dan Pertahanan Solid
Di babak kedua, Manchester United tidak lagi bermain agresif seperti babak pertama. Mereka lebih fokus menjaga tempo, mengontrol permainan, dan memastikan tidak kebobolan.
Garnacho, Højlund, dan Casemiro masih sempat menciptakan beberapa peluang, tapi tak ada tambahan gol.
Kredit khusus layak diberikan kepada Victor Lindelöf dan Andre Onana yang tampil solid di lini belakang.
Meski Bilbao mencoba bangkit, pertahanan United terlalu rapat untuk ditembus.
Strategi penguasaan bola dan rotasi pemain yang dilakukan Morim pun berjalan efektif.
Bruno Fernandes dan Casemiro tetap menjadi motor permainan meski intensitas laga sedikit menurun.
Baca Juga: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Gol Cepat Dembele di Semifinal Liga Champions
Kemenangan Krusial Menuju Final