olahraga

Dear Penggemar Garuda: Mari Sambut Pelatih Baru dengan Legowo, Ini Alasan PSSI Cari Pengganti STY hingga Soal Penguasaan Ruang Ganti

Rabu, 8 Januari 2025 | 22:32 WIB
Potret pengamat sepak bola di Indonesia, Justinus Lhaksana alias Coach Justin yang menyoroti calon pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert (Instagram.com/@coachjustinl)

Coach Justin: STY Tak Mampu Kuasai Ruang Ganti

Coach Justin memperkirakan pencopotan jabatan STY oleh PSSI karena tidak bisa menguasai ruang ganti, terkhusus menghadapi para pemain Diaspora yang berasal dari keturunan Belanda.

"Salah satunya ketidakcocokan internal, yaitu tidak bisa pegang ruang ganti," prediksinya.

Pengamat sepak bola Tanah Air itu mencontohkan berbagai kasus pelatih di luar negeri terkait pengusaan ruang ganti di dalam skuadnya.

"Contoh Erik Ten Hag (mantan Pelatih Manchester United) tidak bisa pegang ruang ganti, Graham Potter hebat di Brighton begitu di Chelsea tidak bisa pegang ruang ganti, Arne Slot berhasil kuasai ruang ganti," sebut Coach Justin.

Baca Juga: Beasiswa LPDP 2025 Dibuka! Cek Jadwal dan Syarat Pendaftaran. Wujudkan Impian Kuliah di Luar Negeri

Komentator sepak bola itu berharap jika benar Kluivert akan melatih Timnas Indonesia, maka sang juru taktik harus mampu menguasai ruang ganti.

Menurut Coach Justin, penguasaan ruang ganti dapat membuat para punggawa Garuda berusaha keras untuk mendapatkan hasil positif di Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026.

"Jadi yang saya harapkan Patrick Kluivert bisa pegang ruang ganti, jika itu bisa terjadi, mereka akan berujang keras dan lakukan segalanya agar bisa lolos Piala Dunia," tuturnya.

Baca Juga: Beasiswa PPTI BCA 2025 Resmi Dibuka: Kesempatan Emas untuk Lulusan SMA/SMK!

Salut Keberanian Erick Thohir Ambil Risiko

Dalam kesempatan yang sama, Coach Justin mengaku takjub dengan keberanian PSSI mengakhiri kerja sama dengan STY demi mendatangkan pelatih baru.

Terkhusus, pengamat sepak bola itu menyatakan salut atas keputusan besar yang diambil Erick Thohir selaku Ketum PSSI dalam mengambil kebijakan yang berani.

Di sisi lain, Coach Justin menilai keputusan itu jarang terjadi dilakukan oleh para pemimpin federasi di dunia sepak bola.

"Kalian pernah berpikir tidak, dia (Erick) punya dua pilihan kalau mau main aman dia tunggu sampai Maret agar tidak dihujat," terang Coach Justin.

Halaman:

Tags

Terkini