TITIKTEMU, LONDON – Kekhawatiran Tottenham Hotspur terhadap ancaman degradasi semakin membesar setelah takluk 1-2 dari Fulham dalam lanjutan Liga Inggris di Craven Cottage, Minggu waktu setempat. Hasil ini menjadi kekalahan keempat beruntun Spurs di Premier League.
Ini juga merupakan kekalahan kedua bagi Tottenham di bawah pelatih interim Igor Tudor. Dalam derby London tersebut, Tudor mengubah skema menjadi empat bek, meninggalkan formasi favoritnya 3-4-2-1. Namun perubahan taktik itu tak mampu mencegah timnya kebobolan cepat.
Baca Juga: Tundukkan Crystal Palace, Manchester United Merangsek ke Urutan Ketiga Klasemen Liga Inggris
Fulham unggul saat laga baru berjalan tujuh menit melalui Harry Wilson, yang mencetak gol ke-10 musim ini. Ia menyambar umpan silang Oscar Bobb dengan sepakan setengah voli yang tak mampu dibendung. Spurs memprotes keras gol tersebut karena merasa Raúl Jiménez melakukan dorongan terhadap Radu Dragusin sebelum proses gol terjadi. Namun wasit VAR Craig Pawson menilai kontak tersebut tidak cukup untuk dianggap pelanggaran.
Insiden itu dinilai mirip dengan gol Randal Kolo Muani yang dianulir saat Tottenham menghadapi Arsenal pekan lalu akibat dorongan ringan. Tudor terlihat geram di pinggir lapangan, tetapi timnya berusaha bangkit.
Baca Juga: Alumni LPDP Mengaku Sulit Cari Kerja, Begini Kata Dirut LPDP
Fulham justru menggandakan keunggulan pada menit ke-34 lewat aksi mantan gelandang Arsenal, Alex Iwobi. Setelah melakukan kombinasi satu-dua cepat dengan Wilson, Iwobi melepaskan tembakan keras kaki pertama ke sudut bawah gawang yang membuat Spurs semakin tertekan.
Tottenham memiliki peluang memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum melalui Yves Bissouma dan Dragusin, namun gagal berbuah gol. Fulham bahkan hampir menambah keunggulan menjadi 3-0 andai sundulan Calvin Bassey di masa injury time babak pertama tidak melambung.
Baca Juga: Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka! Ini Link Daftar, Rute Lengkap, dan Syarat Pesertanya
Memasuki babak kedua, Fulham tetap dominan. Mereka hampir mencetak gol ketiga saat Bobb mengirim umpan kepada Emile Smith Rowe, tetapi tembakannya melebar. Jiménez juga nyaris mencetak gol sebelum digagalkan Micky van de Ven.
Tudor kemudian melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-58 dengan memasukkan Pape Sarr, Mathys Tel, dan Richarlison. Perubahan ini membuahkan hasil pada menit ke-65. Tel menusuk pertahanan Fulham dan mengirim bola kepada Gray yang mengangkat umpan ke tiang jauh untuk disundul Richarlison menjadi gol.
Gol tersebut memberi harapan bagi Spurs. Namun Fulham mampu meredam tekanan dan bertahan dengan disiplin. Tottenham terus menekan demi menyamakan skor, tetapi peluang Sarr hanya membentur sisi jaring. Upaya João Palhinha di masa tambahan waktu juga diblok sebelum wasit meniup peluit akhir.
Kekalahan ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan Tottenham di Liga Inggris menjadi 10 pertandingan, menyamai rekor terburuk klub. Spurs kini berada di posisi ke-16 klasemen dan hanya terpaut empat poin dari zona degradasi, membuat situasi mereka semakin genting menjelang pekan-pekan krusial musim ini.***
Artikel Terkait
PSSI Didenda AFC Jelang FIFA Series 2026, Ini Penyebab dan Jadwal Lengkap Turnamen di GBK
Barcelona Sepakat Permanenkan Marcus Rashford dari MU, Transfer 30 Juta Euro Dicicil Tiga Tahap
Pedro Acosta Juara Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Salip Marc Marquez di Lap Terakhir
Hasil Semifinal Piala AFF Futsal Putri 2026: Indonesia Tumbang 2-3 dari Australia Lewat Extra Time
Maarten Paes Buka Suara Usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Optimistis Era John Herdman Angkat Timnas Indonesia
16 Besar Liga Champions Eropa: Deretan Bigmatch Siap Panaskan Panggung. Real Madrid dan Manchester City Akan Saling Gusur