MUSIK: Munculnya Sang Bintang Nike Ardilla di Blantika Musik Indonesia Tahun 90-an

photo author
Heppy Purnomo, TitikTemu.co
- Sabtu, 2 April 2022 | 08:00 WIB
Superstar Nike Ardila baru memulai karir di blantika musik tahun 90-an (Youtube Melintas)
Superstar Nike Ardila baru memulai karir di blantika musik tahun 90-an (Youtube Melintas)

TITIKTEMU.CO, Jakarta – Perkembangan musik Indonesia begitu cepat berubah.
Hal itu ditandai dengan munculnya banyak judul lagu baru yang mulai populer di telinga.

Tahun 80an, ada acara tangga lagu yang sangat populer.
Kala itu, belum ada televisi swasta dan hanya ada saluran televisi milik pemeritah – TVRI.

Dampaknya, masa radio pun mencapai kejayaannya. Nama acara tersebut adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI). THPI digagas dan dibawakan langsung oleh penyiar radio Ganesha Bandung, Demas Korompis.

Baca Juga: Drawing Piala Dunia 2022 Qatar: Spanyol Satu Grup dengan Jerman, Tuan Rumah Bareng Belanda dan Senegal

Dimulai pada tahun 1978, THPI merangkum lagu-lagu pop Indonesia yang terpopuler, berdasarkan chart tangga lagu, yang didukung penuh oleh sindikasi radio swasta niaga di seluruh Indonesia.

Tangga lagu THPI kemudian disiarkan radio seluruh Indonesia yang berafiliasi.
Digawangi oleh Demas Korompis (alm.), acara ini menjadi sangat populer dengan menggabungkan semua genre musik, tanpa membedakan apakah itu lagu mellow, sentimentil, pop kreatif maupun pop rock.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1443 H Jatuh pada Minggu 3 April 2022

Yang menjadi ukuran, hanyalah tingkat kepopuleran lagu tersebut, bukan jenis atau genre lagu.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, radio Ganesha sudah tidak eksis lagi.
Sempat berganti menjadi GNS Pro, kemudian frekuensinya ditempati Radio Walagri, yang akhirnya juga menghilang dan digantikan Sonora FM.

Chart atau tangga lagu THPI, setiap minggunya juga disiarkan di koran “Sinar Harapan Minggu”.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar: Tuan Rumah Menjadi Satu-satunya Debutan dalam Piala Dunia

Menarik melihat perkembangan musik di Indonesia khususnya musik pop.
Pada era akhir 80-an, pop melankolis mulai meredup, berbeda seperti masa satu dekade sebelumnya yang begitu mendominasi.

Selera masyarakat akan musik selalu dinamis.
Pada akhir 70-an atau awal 80-an, lagu-lagu ciptaan Rinto Harahap sangat digemari.
Jangan heran, jika pada tangga tangga lagu yang disiarkan radio setiap minggunya, lagu karya Rinto Harahap bisa menempatkan hingga 5 lagu dalam daftar chat mingguan.

Supremasi pop melankolis bisa bertahan sampai pertengahan 80-an, dengan hadirnya pencipta lagu kelahiran Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur - Obbie Messakh.
Kala itu, setiap lagu yang diciptakan Obbies Messakh hampir dipastikan selalu sukses di pasar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Akun Youtube Melintas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X