TITIKTEMU.CO – Film Ranah 3 Warna mulai tayang serentak di bioskop tanggal 30 Juni. Film produksi MNC sebelumnya sempat tayang sebgai film pembuka di Jakarta Film Week 2021 pada 18 November tahu lalu.
Dibintangi sederet artis ternama, seperti Arbani Yasiz, Amanda Rawles, dan Teuku Rassya, film Ranah 3 Warna diadaptasi dari novel karya A Fuadi yang sebelumya sukses lewat Negeri 5 Menara.
Ranah 3 Warna sendiri merupakan novel kedua dari trilogi Negeri 5 Menara yang filmnya dirilis pada 2012.
Baca Juga: 6 Film Iko Uwais, Semuanya tentang Perang Antar Geng
Ranah 3 Warna mengisahkan perjuangan meraih mimpi di tengah persahabatan dan cinta. Mengisahkan Alif Fikri (Arbani Yazis) yang memiliki impian orang hebat seperti BJ Habibie.
Dari Tanah Minang, Alif merantau ke Bandung bersama teman sekampungnya, Randai (Teuku Rassya). Alif sebenarnya tidak pernah ingin bersaing dengan Randai untuk meraih cita-citanya.
Namun, menyataannya Randai selalu menjadi rival. Randai misalnya justru diterima kuliah di ITB, kampu yang sangat ia inginkan. Apa mau dikata, Alif ternyata harus kuliah di Unpad.
Baca Juga: 5 Film Horor Terlaris dari KKN di Desa Penari Sampai Danur, Ini Peringkatnya
Tak hanya di pendidikan, Randai juga menjadi bayang-bayang bagi Alif dalam kehidupan percintaan. Raisa (Amanda Rawles), teman sekampus yang justru lebih memberi respon kepada Randai dibanding dirinya.
Perjalanan Alif untukmeraih cita-cita tidak mudah. Ia harus melalui banyak ujian kesabaran. Namun, Alif tetap berpegang pada keyakinan bahwa siapa yang bersabar dia akan beruntung dalam pertarungan hidup. Man shabara zhafira.
Diketahui, Alif yang merupakan tamatan pondok pesantren itu bercita-cita kelak bisa melanjutkan kuliah ke Amerika Serikat.
Baca Juga: Film Negeri 5 Menara, Kisah Kehidupan Santri Cocok Ditonton Saat Lebaran
Ranah 3 Warna bukan sekadar drama kehidupan dengan emosi yang membuat mata berkaca-kaca. Sebaliknya, film ini juga dimaksudkan bisa menjadi inspirasi dan motivasi arti sebuah perjuangan.
Menariknya, film garapan Guntur Soeharjanto juga diwarnai nunansa tradisi dan budaya Minang yang kental. Sebelumnya, Guntur sukses menggarap film 99 Cahaya Di Langit Eropa, Jilbab Traveller, dan Lampor.