TITIKTEMU.CO-Four Hands, Two Sonatas belum sempat terlalu lama memperkenalkan diri, tetapi penonton sudah memberi respons yang cukup menjanjikan.
Drama terbaru tvN yang memasangkan Song Kang dan Lee Jun Young tersebut membuka penayangan perdananya dengan rating 3,4 persen pada 29 Agustus 2026. Berdasarkan data Nielsen Korea, angka itu sekaligus menempatkan drama tersebut di posisi teratas pada slot tayangnya di antara saluran kabel dan umum.
Yang lebih menarik, episode pertamanya sempat mencapai rating puncak 4,6 persen. Di wilayah metropolitan Seoul, performanya sedikit lebih tinggi dengan rating rata-rata 3,5 persen dan puncak mencapai 4,7 persen.
Four Hands, Two Sonatas Punya Senjata di Penonton Muda
Performa drama ini tidak berhenti pada angka keseluruhan. Four Hands, Two Sonatas juga berhasil menjadi program nomor satu pada slot tayangnya untuk kategori penonton usia 20–49 tahun.
Kelompok usia tersebut merupakan salah satu demografi penting bagi tvN. Artinya, pembukaan drama yang menggabungkan kisah persahabatan, persaingan, musik klasik, dan perjalanan anak muda ini punya daya tarik yang cukup kuat.
Namun, angka rating tentu baru permulaan. Tantangan sebenarnya adalah mempertahankan rasa penasaran penonton ketika konflik kedua karakter utama mulai berkembang.
Baca Juga: Lowongan Kerja GIK UGM Agustus 2026 Dibuka! Ada Posisi untuk Lulusan S1 hingga SMK
Song Kang dan Lee Jun Young Berhadapan Lagi Setelah 7 Tahun
Cerita drama ini berpusat pada dua pianis muda berbakat, Kang Bio yang diperankan Song Kang dan Choi Jung Yo yang dimainkan Lee Jun Young.
Keduanya bukan orang asing. Tujuh tahun sebelumnya, mereka pernah bertemu sebagai rival dalam kompetisi musik ketika masih kecil.
Waktu ternyata membawa keduanya ke jalan yang sangat berbeda.
Baca Juga: Pendaftaran PKN STAN 2026 Diserbu 22 Ribu Pelamar, Tapi Kursinya Cuma Segini
Kang Bio tumbuh dengan ambisi besar untuk menjadi pianis sukses. Ia juga mengejar pengakuan dari sang kakek, seorang konduktor ternama yang memiliki reputasi besar di dunia musik.
Sementara itu, Choi Jung Yo justru harus meninggalkan piano karena kondisi finansial dan tanggung jawab keluarga. Musik yang dahulu menjadi bagian penting dalam hidupnya perlahan harus disingkirkan.