entertainment

Horor yang Menyindir Sistem, Ghost in the Cell Film Paling Gelap Joko Anwar Tahun Ini

Selasa, 28 April 2026 | 20:40 WIB
Ilustrasi Ghost in the Cell karya Joko Anwar (Instagram @yohaneschandrawijayakusuma)

Di balik dinding penjara yang tertutup dari dunia luar, kekerasan sering kali dianggap wajar dan bahkan dibenarkan atas nama penegakan keadilan.

Film ini menunjukkan bagaimana batas antara benar dan salah menjadi kabur ketika kekuasaan berada di tangan orang yang salah.

Ironisnya, mereka yang seharusnya menjadi penegak aturan justru digambarkan lebih brutal daripada para narapidana yang mereka jaga.

Dalam beberapa bagian cerita, penonton bahkan diajak mempertanyakan siapa sebenarnya yang lebih berbahaya: para tahanan yang dihukum oleh sistem, atau para penjaga yang memanfaatkan kekuasaan mereka.

Kritik sosial yang disampaikan terasa kuat, terutama dalam menggambarkan praktik korupsi dan relasi kekuasaan di balik sistem penjara.

Baca Juga: 54 Persen Orang Tua Mulai Potty Training di Usia 2 Tahun. Kamu Belum? Tenang, Ini Faktanya

Film ini juga menyinggung ironi tentang figur idealis yang awalnya memperjuangkan keadilan, tetapi perlahan berubah ketika berhadapan dengan godaan kekuasaan dan kepentingan pribadi.

Relasi antara sipir dan narapidana pun digambarkan kompleks, dengan adanya aliansi rahasia antara sipir korup dan pemimpin para tahanan demi menjaga keseimbangan kekuasaan di dalam penjara.

Dari sisi akting, film ini diperkuat oleh deretan aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Rio Dewanto, Lukman Sardi, Bront Palarae, Tora Sudiro, Endy Arfian, Morgan Oey, hingga Kiki Narendra yang memberikan performa kuat sepanjang cerita.

Salah satu penampilan yang paling mengejutkan datang dari Aming Sugandhi.

Aktor yang selama ini dikenal lewat peran komedi berhasil tampil sangat berbeda dengan memerankan karakter psikopat yang dingin, misterius, dan mengancam.

Transformasi ini menjadi salah satu kejutan paling menarik dalam film tersebut.

Meski nuansa film terasa sangat gelap dan berat, Joko Anwar tetap menyisipkan humor satir melalui beberapa dialog yang terasa tajam namun menghibur.

Humor ini berfungsi sebagai jeda emosional bagi penonton agar tidak sepenuhnya tenggelam dalam atmosfer kelam cerita.

Pada akhirnya, Ghost in the Cell bukan hanya sekadar film horor.

Halaman:

Tags

Terkini