Kesuksesan Ghost in The Cell menembus 86 negara tidak lepas dari ulasan positif para kritikus dan distributor film internasional.
Salah satu distributor dari Amerika Serikat menyebut film ini sebagai tontonan yang menggugah, menghibur, sekaligus mencekam.
Sementara itu, perusahaan distribusi asal Jerman, Plaion Pictures, juga memberikan pujian tinggi terhadap kualitas film ini.
Disebut Karya Fantastis Distributor Dunia
Plaion Pictures bahkan menyebut Ghost in The Cell sebagai karya yang luar biasa dan fantastis.
Pujian tersebut semakin memperkuat posisi film ini sebagai salah satu produk perfilman Indonesia yang layak bersaing di pasar global.
Tak hanya itu, media internasional ternama seperti Variety juga memberikan ulasan positif.
Perpaduan Horor, Satire, dan Humor yang Unik
Dilansir dari Variety, Joko Anwar berhasil menggabungkan unsur kekerasan, satire, dan humor dengan cara yang tajam dan tidak biasa.
Perpaduan ini membuat film terasa berbeda dari kebanyakan film horor pada umumnya. Pendekatan unik tersebut menjadi nilai jual yang kuat di pasar internasional.
Selain cerita dan konsep, faktor lain yang membuat film ini sukses berkat kualitas produksi yang tinggi. Joko Anwar menegaskan film ini dibangun dengan craftsmanship yang tidak bisa dibeli hanya dengan uang.
Mulai dari penyutradaraan, penulisan naskah, hingga performa para pemain, semuanya digarap dengan serius dan penuh dedikasi.
Baca Juga: The WONDERfools, Serial Superhero Korea Netflix Tayang Mei 2026 dengan Cerita Anti Mainstream
Prestasi Baru untuk Perfilman Indonesia
Capaian Ghost in The Cell menjadi bukti bahwa industri film Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global.