TITIKTEMU.CO - Kabar yang ditunggu penggemar akhirnya datang. Manga Dragon Ball Super kembali berlanjut di tahun 2026 setelah sempat hiatus panjang penuh ketidakpastian.
Kembalinya seri ini menjadi momen penting, terutama setelah kepergian sang kreator legendaris Akira Toriyama. Kini, tongkat estafet sepenuhnya dipegang Toyotaro, murid sekaligus kolaborator dekat Toriyama.
Tak sekadar melanjutkan cerita, Toyotaro juga menjaga warisan besar Dragon Ball agar tetap hidup. Dengan pendekatan baru, dia mencoba membuat kisah Goku dan kawan-kawan lebih segar dan relevan dengan zaman.
Baca Juga: The Bell: Panggilan untuk Mati, Film Horor Adaptasi Urban Legend Belitung
Arah Baru yang Lebih Berani
Di tangan Toyotaro, cerita Dragon Ball Super mulai berkembang ke arah yang lebih kompleks. Tidak hanya fokus pada pertarungan, tapi juga memperdalam cerita, termasuk asal-usul kekuatan para dewa.
Dari sisi visual, kualitas gambar juga mengalami peningkatan. Adegan pertarungan terasa lebih dinamis dengan detail tajam, membuat pembaca semakin larut dalam setiap aksi yang ditampilkan.
Pengembangan karakter juga menjadi sorotan. Hubungan Goku dan Vegeta kini tidak sekadar rivalitas, tapi menjadi kerja sama strategis untuk menghadapi ancaman yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Tembus 11 Juta Penonton, Agak Laen 2 Cetak Sejarah, Lanjut Film Ketiga?
Ancaman Black Frieza Jadi Sorotan Utama
Salah satu daya tarik terbesar dari kembalinya seri ini adalah kemunculan Black Frieza. Karakter ini menjadi pusat perhatian setelah diperkenalkan singkat di arc sebelumnya.
Black Frieza digambarkan memiliki kekuatan yang jauh melampaui ekspektasi. Kekuatannya bahkan melampaui Goku dalam mode Ultra Instinct dan Vegeta dengan Ultra Ego.
Kehadiran musuh kuat ini membuat tensi cerita meningkat. Tidak heran jika volume terbaru manga mencetak rekor penjualan digital. Ini membuktikan popularitas Frieza sebagai musuh ikonik masih sangat kuat.
Baca Juga: Perfect Crown Berapa Episode? Simak Sinopsis dan Fakta Menariknya