TITIKTEMU.CO - Fenomena pamer kemewahan atau flexing di media sosial kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.
Namun, di balik tampilan gemerlap tersebut, sering tersembunyi tekanan sosial yang berat. Realitas inilah yang diangkat dalam film horor terbaru berjudul Aku Harus Mati, produksi Rollink Action.
Film ini tidak hanya menyajikan teror supranatural, tetapi juga kritik tajam terhadap ambisi manusia dalam mengejar pengakuan sosial.
Gaya Hidup Berujung Teror Mengerikan
Cerita berpusat pada Mala (Hana Saraswati), gadis yatim piatu yang berusaha keras terlihat sukses di tengah kerasnya kehidupan kota.
Demi menjaga citra di media sosial, Mala terjebak dalam gaya hidup hedon yang memaksanya berutang melalui pinjaman online dan layanan paylater.
Tekanan finansial yang semakin menghimpit membuat kondisi mentalnya memburuk. Dalam situasi terdesak, Mala kembali ke panti asuhan tempat dia dibesarkan untuk menemukan ketenangan.
Di sana, dia bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Tiwi dan Nugra, serta sosok Ki Jago yang selama ini dianggap sebagai figur ayah.
Namun, kepulangan tersebut justru menjadi awal dari serangkaian kejadian mengerikan. Setelah mengalami peristiwa misterius yang membuka mata batinnya, Mala mulai dihantui teror supranatural yang intens.
Rahasia kelam keluarganya pun terkuak, yakni adanya perjanjian iblis di masa lalu yang menuntut tumbal nyawa sebagai harga kesuksesan.
Baca Juga: Kapan Jujutsu Kaisen Season 3 Part 2 Rilis? Simak Jadwal Tayang dan Pembahasan Arc Culling Game
Horor dengan Pesan Sosial yang Kuat
Disutradarai Hestu Saputra, film ini tidak hanya mengandalkan elemen horor semata. Kisahnya menjadi refleksi kehidupan generasi muda yang terjebak dalam tekanan untuk selalu terlihat sempurna.