entertainment

Sinopsis Film Aku Harus Mati: Teror Perjanjian Iblis di Balik Ambisi Gaya Hidup Mewah

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB
Sinopsis Film Aku Harus Mati: Teror Perjanjian Iblis di Balik Ambisi Gaya Hidup Mewah. (Rollink Action)

TITIKTEMU.CO - Fenomena pamer kemewahan atau flexing di media sosial kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.

Namun, di balik tampilan gemerlap tersebut, sering tersembunyi tekanan sosial yang berat. Realitas inilah yang diangkat dalam film horor terbaru berjudul Aku Harus Mati, produksi Rollink Action.

Film ini tidak hanya menyajikan teror supranatural, tetapi juga kritik tajam terhadap ambisi manusia dalam mengejar pengakuan sosial.

Baca Juga: Review Film Tunggu Aku Sukses Nanti: Realitas Pahit Gen Z, dari Susah Cari Kerja hingga Tekanan Keluarga

Gaya Hidup Berujung Teror Mengerikan

Cerita berpusat pada Mala (Hana Saraswati), gadis yatim piatu yang berusaha keras terlihat sukses di tengah kerasnya kehidupan kota.

Demi menjaga citra di media sosial, Mala terjebak dalam gaya hidup hedon yang memaksanya berutang melalui pinjaman online dan layanan paylater.

Tekanan finansial yang semakin menghimpit membuat kondisi mentalnya memburuk. Dalam situasi terdesak, Mala kembali ke panti asuhan tempat dia dibesarkan untuk menemukan ketenangan.

Di sana, dia bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Tiwi dan Nugra, serta sosok Ki Jago yang selama ini dianggap sebagai figur ayah.

Namun, kepulangan tersebut justru menjadi awal dari serangkaian kejadian mengerikan. Setelah mengalami peristiwa misterius yang membuka mata batinnya, Mala mulai dihantui teror supranatural yang intens.

Rahasia kelam keluarganya pun terkuak, yakni adanya perjanjian iblis di masa lalu yang menuntut tumbal nyawa sebagai harga kesuksesan.

Baca Juga: Kapan Jujutsu Kaisen Season 3 Part 2 Rilis? Simak Jadwal Tayang dan Pembahasan Arc Culling Game

Horor dengan Pesan Sosial yang Kuat

Disutradarai Hestu Saputra, film ini tidak hanya mengandalkan elemen horor semata. Kisahnya menjadi refleksi kehidupan generasi muda yang terjebak dalam tekanan untuk selalu terlihat sempurna.

Halaman:

Tags

Terkini