TITIKTEMU.CO - Setelah sukses besar lewat film animasi JUMBO yang menembus lebih dari 10 juta penonton dan tayang di 40 negara, Ryan Adriandhy kembali dengan langkah yang tak terduga.
Alih-alih melanjutkan kejayaan di dunia animasi, ia justru memilih menggarap live action Na Willa, adaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo.
Film keluarga ini dijadwalkan tayang pada Lebaran 2026. Sejak poster dan trailer film ini dirilis langsung mencuri perhatian publik.
Baca Juga: Doa Puasa Hari Ke-4 Ramadhan 2026: Memohon Perlindungan Allah dengan Hati yang Tunduk
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Bagi Ryan, medium bukan sekadar pilihan teknis, melainkan konsekuensi dari kebutuhan cerita.
Na Willa berkisah tentang seorang anak perempuan berusia enam tahun yang tumbuh di Surabaya tahun 1968.
Dari sudut pandang orang dewasa, hidupnya mungkin terlihat sederhana.
Namun melalui imajinasi Na Willa, gang kecil tempat tinggalnya berubah menjadi semesta penuh warna dan keajaiban.
Ryan ingin menghadirkan pengalaman yang terasa nyata, dekat, dan sensorik.
Baca Juga: Cita-cita Jadi Kiai Pupus: Tragedi NS di Sukabumi dan Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri
Rumah-rumah berhimpitan, suara teman memanggil dari balik pagar, panas siang hari saat bermain layangan—semuanya ingin ia tangkap secara autentik melalui gambar nyata.
Menurutnya, sentuhan fotografi asli menghadirkan rasa yang lebih intim dan membumi, terutama untuk cerita yang sangat mengandalkan emosi masa kecil.
Film ini memang berbeda dari kebanyakan film keluarga Indonesia.
Jika umumnya kisah anak dibingkai dari perspektif orang dewasa, Na Willa justru sepenuhnya menggunakan “kacamata anak-anak”.