TITIKTEMU.CO - Artis Onadio Leonardo akhirnya kembali menjalani aktivitas seperti biasa setelah menyelesaikan proses rehabilitasi akibat kasus penyalahgunaan narkoba. Masa rehabilitasi tersebut dijalaninya selama kurang lebih tiga bulan.
Kepulangan Onad ke ruang publik ditandai dengan kemunculannya dalam podcast milik Deddy Corbuzier, di mana ia secara terbuka menceritakan pengalaman dan refleksi dirinya selama menjalani rehabilitasi.
“Aku awalnya menganggap itu seperti pakai sabuk pengaman, coba sekali saja dan merasa tidak apa-apa,” ujar Onad dalam siniar YouTube Deddy Corbuzier, Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga: Longsor Terjang Bantaran Kali Bekasi di Tambun Utara, Enam Rumah Warga Terdampak
Cerita Onad Selama Rehabilitasi
Dalam perbincangan tersebut, mantan personel band Killing Me Inside ini mengungkapkan kondisi yang ia saksikan selama berada di pusat rehabilitasi. Menurutnya, ada sejumlah pasien yang mengalami dampak serius akibat narkoba.
“Ada yang sampai lupa siapa dirinya sendiri,” ungkap Onad.
Ia juga mengaku sempat berkonsultasi dengan psikolog terkait kondisi psikologis yang dialaminya. Dari hasil terapi tersebut, Onad baru menyadari bahwa penggunaan narkoba yang ia lakukan bukan sekadar untuk bersenang-senang.
“Aku mencoba mengulik apa yang sebenarnya terjadi dalam diriku. Ternyata ini bukan sekadar recreation,” katanya.
Baca Juga: Kasus Hogi Minaya Resmi Dihentikan, Pria Asal Sleman Ini Ingin Kembali Jalani Hidup Normal
Hasil evaluasi psikologis tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa Onad mengalami sindrom Peter Pan, yakni kondisi mental yang membuat seseorang sulit melepaskan diri dari masa muda.
“Aku dibilang mengalami sindrom Peter Pan. Aku belum bisa move on dari masa keemasan saat usia 19 tahun,” jelasnya.
Apa Itu Sindrom Peter Pan?
Sindrom Peter Pan pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Dan Kiley dalam bukunya The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up (1983). Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pria yang mengalami kesulitan menghadapi tanggung jawab dan realitas kedewasaan.