Kepedulian Sosial dan Lingkungan
Director of Festival Synchronize Fest, David Karto, menegaskan bahwa nilai kepedulian sosial dan lingkungan selalu menjadi fondasi festival ini.
Menurutnya, Synchronize Fest ingin menghadirkan pengalaman bermusik yang bermakna dan berdampak.
“Sejak awal, Synchronize Fest lahir sebagai ruang temu, bukan hanya untuk musik, tetapi juga nilai dan kepedulian bersama,” ujarnya.
Melalui tiket Early Bird 2026, tambahnya, juga Wargi Synchronize ikut menanam harapan secara nyata demi lingkungan yang lebih baik.
Baca Juga: Dari Komedi hingga Horor, Ini 10 Film Korea dengan Penonton Terbanyak 2025
Kolaborasi dengan Komunitas Lingkungan
Program Warga Wargi Menanam dijalankan Synchronize Fest bersama Smiling Coral, organisasi konservasi pesisir dan laut. Program ini juga didukung Greeners serta Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Penanaman mangrove dipilih karena perannya yang krusial dalam mencegah abrasi, menjaga ekosistem laut, serta menyerap emisi karbon.
Antusiasme Tinggi Wargi Synchronize
Penggemar Synchronize Fest yang dikenal dengan sebutan Wargi memiliki loyalitas yang kuat. Setiap pengumuman penjualan tiket selalu disambut antusias, terutama untuk kategori Early Bird.
Selain karena harga lebih terjangkau, Wargi juga merasa terlibat dalam nilai-nilai yang diusung festival. Synchronize Fest selama ini dianggap konsisten menghadirkan hiburan dengan isu-isu sosial dan lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Synchronize Fest menjadi festival musik inklusif. Line up-nya selalu merangkul berbagai era dan genre, dari legenda musik Indonesia, hingga band indie.
Baca Juga: Kaleidoskop Film Indonesia 2025, Ini Daftar Film Terlaris Tembus Jutaan Penonton di Bioskop
Jadwal dan Line Up Masih Ditunggu