Di Laugh Tale, Roger menemukan kebenaran dunia dan warisan Joy Boy.
Namun alih-alih kemarahan, yang muncul justru tawa. Dunia belum siap. Mereka datang terlalu cepat.
Roger sadar, tugasnya bukan mengubah dunia secara langsung—melainkan menyalakan sumbu.
Kematian yang Direncanakan
Roger membubarkan krunya, menyerahkan diri, dan berjalan ke tiang eksekusi dengan senyum.
Kalimat terakhirnya bukan jeritan, melainkan undangan: harta itu ada di luar sana.
Dan dunia pun terbakar oleh mimpi.
Gol D. Roger bukan hanya Raja Bajak Laut.
Ia adalah manusia yang sengaja mati agar generasi berikutnya berani hidup.
Dalam kematiannya, ia memberi dunia kebebasan untuk bermimpi.***