Walau tak hadir, keputusan Arhan untuk mempercayakan proses kepada tim hukumnya menunjukkan betapa ia harus membagi fokus antara karier sepakbola dan kehidupan pribadinya.
Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Musala Ambruk Saat Salat Ashar, Puluhan Santri Masih Hilang
Antara Lapangan dan Kehidupan Pribadi
Bagi seorang atlet profesional, benturan jadwal antara karier olahraga dan urusan pribadi kerap menjadi dilema.
Kasus Arhan ini menjadi bukti nyata bahwa bahkan di tengah turbulensi rumah tangga, ia tetap dituntut untuk menjaga performa di lapangan.
Publik pun kini hanya bisa menunggu, apakah setelah perpisahan ini, baik Arhan maupun Azizah akan melanjutkan hidup masing-masing dengan cerita baru yang lebih tenang.***