“Akhirnya, beliau malah minta tukar sama penumpang lain yang aku juga tidak kenal. Disambut dengan pujian ‘ini baru sobatku’,” tulis Tiara dalam ceritanya.
Baca Juga: Tragedi Api di Gedung DPRD Makassar: Telan Korban Jiwa
Sindiran Manis Tiara: Soal Power dan Hal-Hal Sepele
Di bagian akhir ceritanya, pelantun Usai ini menyelipkan sindiran halus. Menurutnya, masalah kursi mungkin tampak sepele, tapi cukup menggambarkan bagaimana “kekuasaan” bisa dipakai bahkan untuk hal-hal kecil.
“Aku tahu ini cuma soal kursi, sangat nggak sebanding sama masalah besar di negeri ini. Tapi dari hal kecil aja sudah kelihatan bagaimana rasa ‘berpower’ itu dipakai,” tulis Tiara.
Bagi Tiara, pengalaman ini hanyalah potongan kecil dari “chaos indah” dalam harinya. Namun, kisah ini membuka percakapan publik lebih luas: tentang etika pejabat, pelayanan maskapai, dan batas antara privilese serta hak penumpang biasa.***