TITIKTEMU.CO-Malam Gala Premiere Panggil Aku Ayah di Epicentrum XXI, Jakarta, bukan cuma jadi momen karpet merah biasa.
Begitu lampu teater padam dan cerita mulai bergulir, penonton larut dalam gelak tawa, isak haru, dan akhirnya tepuk tangan panjang yang menandakan: film ini berhasil mengetuk hati mereka.
Drama komedi produksi Visinema Studios ini menyuguhkan kisah yang bukan cuma menghibur, tapi juga membuka ruang refleksi tentang arti cinta dan keluarga—yang kadang justru datang dari sosok yang tak pernah kita duga.
Baca Juga: Film Jagal Masuk Daftar 100 Terbaik The New York Times, Ini Fakta-fakta Menariknya
Cerita Tak Biasa tentang "Ayah" yang Datang dari Tempat Tak Terduga
Disutradarai oleh Benni Setiawan, pemenang Piala Citra FFI, Panggil Aku Ayah memperkenalkan penonton pada Intan kecil (Myesha Lin) yang dititipkan ibunya kepada dua penagih utang: Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir).
Awalnya tampak tak masuk akal, tapi hubungan mereka perlahan tumbuh menjadi hangat dan penuh makna.
Produksi kolaborasi antara Visinema Studios dan CJ ENM Korea (yang sebelumnya membuat Pawn), film ini menunjukkan bahwa keluarga sejati tak selalu datang dari hubungan darah, tapi dari tempat yang penuh kasih tak bersyarat.
Cinta Tanpa Ikatan Darah: Tema yang Relevan dan Menyentuh
Anggia Kharisma, produser sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, menyampaikan bahwa setiap film dari Visinema adalah ruang untuk menyampaikan pesan kemanusiaan yang relevan.
"Lewat film ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana cinta bisa hadir dari arah yang tak terduga.
Tak perlu sedarah untuk saling mencintai dan menjadi keluarga," ujar Anggia. Menurutnya, film ini bukan cuma hiburan, tapi juga undangan untuk merenung—tentang relasi kita dengan keluarga dan orang-orang di sekitar.
Kearifan Lokal dalam Balutan Komedi dan Emosi