TITIKTEMU.CO - Nama Galang Rambu Anarki tentu tidak asing bagi para penggemar musik rock legendaris Indonesia, Iwan Fals.
Galang Rambu Anarki, putra sulung Iwan Fals, pergi meninggalkan dunia ini pada tahun 1997 di usia yang masih sangat muda, yaitu 15 tahun.
Kepergian Galang yang mendadak ini menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, dan tentunya para penggemar Iwan Fals.
Selama bertahun-tahun, penyebab meninggalnya Galang Rambu Anarki menjadi spekulasi publik.
Muncul berbagai rumor yang beredar, mulai dari dugaan overdosis narkoba hingga penyakit bawaan. Namun, Iwan Fals sendiri memilih untuk bungkam dan tidak memberikan klarifikasi apapun terkait penyebab meninggalnya sang putra.
Baca Juga: Erick Thohir Cawapres Pilihan Pengikut Twitter Iwan Fals
Baru pada tahun 2020, setelah 23 tahun berlalu, Iwan Fals akhirnya buka suara mengenai penyebab meninggalnya Galang Rambu Anarki.
Melalui kanal YouTube Iwan Fals Musica, sang legenda rock ini mengungkapkan bahwa Galang Rambu Anarki meninggal dunia karena masalah pernapasan, lebih tepatnya asma akut.
Menelusuri Jejak Galang Rambu Anarki
Galang Rambu Anarki lahir pada tahun 1982. Sejak kecil, Galang sudah menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap dunia musik, sama seperti sang ayah. Galang belajar bermain gitar dan bernyanyi. Bersama teman-temannya, Galang membentuk sebuah band.
Meskipun masih muda, Galang dikenal sebagai sosok yang pemberani dan berjiwa bebas. Galang juga dikenal dengan sebutan "Ocke" di antara teman-temannya.
Beberapa kenalan Galang mengungkapkan bahwa Galang memiliki kebiasaan tidur larut malam dan sering begadang. Kebiasaan ini mungkin saja berhubungan dengan kondisi kesehatannya yang sebenarnya.
Baca Juga: KONSER INDOSIA28EST HUT Indosiar, Sajikan Duet Iwan Fals Farel Prayoga, Selasa 10 Januari 2023
Dugaan Overdosis Narkoba: Isu yang Menyelimuti Kepergian Galang
Munculnya spekulasi tentang overdosis narkoba sebagai penyebab meninggalnya Galang Rambu Anarki diduga berasal dari pengakuan Galang sendiri sebelumnya. Galang pernah mengungkapkan kepada orang terdekatnya bahwa pernah mencoba menggunakan narkoba. Namun, menurut Iwan Fals, Galang tidak menyukai pengalaman tersebut dan tidak berlanjut menjadi pengguna aktif.