Serial Dokumenter Not Far From Home , Buatan Sutradara Indonesia Disiarkan TV Lokal Taiwan

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Minggu, 2 Februari 2025 | 14:30 WIB
Salah satu episode Seri mini-dokumenter  Not Far From Home (TETO)
Salah satu episode Seri mini-dokumenter Not Far From Home (TETO)

TITIKTEMU.CO, Seri mini-dokumenter  Not Far From Home saat ini disiarkan mulai  21 Januari 2025 pukul 6 sore, melalui channel TV lokal TaiwanPlus. Seri ini merupakan karya sutradara Indonesia-Taiwan, Martin Rustandi, dengan dukungan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI-Taipei).

Mini seri lima episode ini menyajikan eksplorasi yang penuh makna tentang pengalaman imigran Indonesia di Taiwan, memberikan perspektif baru terhadap cerita-cerita imigran.

Sutradara Martin menyampaikan, “Tak kenal maka tak sayang, dalam seri mini dokumenter ada unsur tarik ulur untuk emosi hati di antara selang masa dulu dan kini. Selain itu untuk dapat mengenal hingga menerima keragaman struktur masyarakat, sangat membutuhkan unsur toleransi antar semua pihak dalam kehidupan manusia. Diharapkan seri mini dokumenter “Not Far From Home” mampu menjadi jembatan pengenalan masyarakat dan pertukaran kebudayaan Indonesia di Taiwan.”

Baca Juga: Mencoba Produk Baru Wisata Taiwan Lewat Roll Es Krim Kacang Dan Memasak Telur Di Mata Air Panas

“Proyek ini sangat personal bagi saya,” ujar Martin Rustandi. “Sebagai seorang imigran sekaligus Sutradara, tujuan saya adalah mengangkat suara-suara yang seringkali terabaikan. Lewat kisah-kisah ini, saya berharap dapat menumbuhkan pemahaman dan apresiasi yang lebih  besar terhadap kontribusi tak ternilai dari para imigran Indonesia bagi masyarakat Taiwan.”

“Not Far From Home” menyoroti pengalaman imigran asal Indonesia di Taiwan, yang penuh warna, namun seringkali luput dari perhatian publik. Serial ini menggambarkan perjalanan hidup mereka yang penuh transformasi, mulai dari menghadapi tantangan hingga meraih harapan - serta menyoroti perjuangan mereka dalam menggapai mimpi, ke beradaptasi secara budaya, dan membangun kehidupan baru di tanah Taiwan, yang mereka anggap sebagai rumah kedua.

Kepala KDEI-Taipei, Arif Sulistiyo mengatakan, “Adalah sebuah kebanggaan tersendiri, dimana  film ini dibuat oleh sutradara asal Indonesia di Taiwan, Martin Rustandi. Ini tidak semata sebuah karya seni, namun juga menjadi bentuk dukungan kepedulian terhadap keberadaan masyarakat Indonesia di Taiwan, yang telah turut berkontribusi bagi perekonomian Taiwan dan Indonesia. Keberadaan imigran Indonesia di Taiwan juga ikut meningkatkan perekonomian lokal, serta menambah ragam unsur budaya. Film ini memberikan perspektif yang berbeda bagi masyarakat Taiwan tentang Indonesia, yang mana turut menekankan pentingnya toleransi dan kerjasama antar komunitas. Diharapkan film ini dapat memberikan dampak positif di kedepannya.”

Baca Juga: Taiwan Membantu Pembangunan Kembali PAUD Yang Rusak Akibat Gempa

Produser Film Diana Chiawen Lee menyampaikan, “Tatkala menceritakan sebuah kisah, akan menjadi sangat unik jika isinya adalah tentang kisah hidup imigran asal Indonesia di Taiwan. Film dokumenter ditayangkan setiap hari Selasa sejak 21 Januari kemarin bertajuk Sally’s Taste, kemudian Selasa 28 Januari mendatang bertajuk Melati’s Moves. Untuk 3 episode berikutnya, masing-masing bertajuk: Nita’s Voice, Pindy’s Craft dan Ela & Rick’s Journey.”

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: TETO

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X