“Seriusan anjir.”gerutu Bella.
“Serius ni ya va, kayaknya kita besanan. Samudra anak gue nempel bat ama Rain.”ujar Bella menerawang.
“Mereka cocok.”tambah Nadia.
“Iya sebahagia lo aja.”ucap Ava sambil terkekeh.
“Anjir Nad, anak lo Nadila nggak bisa diam banget. Ganas.”ucap Clara “Hahaha iya gue juga bingung keturunan bapaknya.”ujar Nadia sambil tertawa.
“Nadila jadi sekolah di luar negeri?”tanya Ava.
“Jadi, dia ikut gue nanti sama gilang juga. Gue juga ada kontrak kerja dua tahun disana.” “Yaahh kita ldran dong nanti.”ujar Ava, Bella dan Clara bersama tak rela.
“Santai dung para ubab-ubab ku. Nanti gue bakal balik ke indo juga.”ucap Nadia.
“Suami lo jadi beli sekolah va?”tanya Clara
“Jadi, sekolah kita dulu pas SMA di beli sama dia baru aja peresmiannya kemarin.”jawab Ava.
“Kan Gilang bakal jadi kepala sekolahnya.”tambah Ava menjelaskan.
“Apa?!”kaget Bella, Clara dan Nadia bersama.
“Kok kaget nad? Suami sendiri gila.”
“Dia belum kasih tau gue gila.”bantah Nadia.