Baca Juga: Siap-siap! BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri Sebentar lagi Diluncurkan. Dari Sini Titik Naiknya
“Makanya cari pacar!”ejek Farell.
“Gue doain putus lo semua mampus. Biasanya doa-doa manusia tersakiti semakin maju paling depan.”ujar Gilang penuh dendam.
“Bodo amat.” Jawab Farell dan Alex bersamaan. Ikshan yang mulai jengah pun mengambil langkah untuk pergi.
“Gue cabut.”pamit Ikshan.
“Kalo ketemu Ava jangan lupa buat jujur, kasih tau kalo lo keterima kuliah di london.”ujar Alex mengingati.
Baca Juga: Menag Usulkan Ubah Mekanisme Penetapan Jemaah Haji Tahun Depan
***
Ava memakan dengan lahap makanannya tanpa memperdulikan tatapan Ikshan yang sedari tadi memandangnya. Sekarang Ikshan dan Ava sedang makan di pinggir jalan sore hari ini.
Saat pulang sekolah Ikshan pulang kerumah dan sorenya ia pergi menjemput Ava untuk mengajak nya jalan.
Disini lah sekarang mereka di warung sate pinggir jalan sesuai permintaan Ava karena ia ingin makan di tempat sate langganannya awalnya Ikshan sudah menolak dan mengajaknya makan di cafe tapi Ava tidak setuju malah menginginkan disini jadi mau tak mau ikshan mengalah.
Baca Juga: 7 Tempat Makan Legendaris di Klaten, dari Soto Hingga Bebek Bacem
“Pelan-pelan makannya,”ujar Ikshan hanya dibalasi gumanan dari Ava.
“Kakak harus nyoba ini satenya enakkan! Mau nyoba punya ava?”tanyanya. lalu Ava menodongkan satu tusuk sate ke Ikshan yang diterima laki-laki itu dengan senang.
“Bawa kunciran yang?”tanya Ikshan. Ava mengangangguk lalu memberikan kuncirannya ke ikshan.
Ikshan mengambil kunciran itu lalu dengan keinginannya ia menguncir rambut Ava menjadi satu agar tidak mengganggu Ava yang sedang memakan sate. Setelah itu Ikshan merapikan poni Ava ke belakang telinganya.