Nadia yang berada di dekat Bella mengelus pundak sahabatnya saling menenangkan tangis mereka melebur disana, ayah Ava bahkan menitikan air matanya mengapa ini bisa terjadi kepada anaknya?
Baca Juga: Masyarakat Diundang Hadir Upacara HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Istana Negara. Ini Link Pendaftarannya
Dua jam Kemudian..
Dokter keluar dari ICU, ia melepaskan sarung tangan yang dia gunakan lalu kedatangan dokter itu membuat Anna, Jaya, Nadia dan Bella langsung berdiri mendekati dokter untuk mendengar hal baik yang ingin sekali mereka dapat.
“Maaf keluarga dari pasien?”tanya Dokter.
“Kami, saya mama nya pasien.”jawab Anna cepat.
“Benturan keras dikepala pasien membuat gadis itu banyak kekurangan darah untung rumah sakit ada stok golongan darah pasein. Pasien hampir dinyatakan tiada, kecelakaan ini hampir merenggut nyawa putri kalian,”
“Saat detak jantungnya tak di temukan detak jantungnya melemah, keadaannya benar-benar krisis hanya lima puluh persen harapan untuk kesembuhan pasien, pasien orang yang kuat ia bisa bertahan dalam kondisi seperti ini, saya salut.”Penjelasan dokter benar-benar membuat mereka terpukul bahkan mama Ava tidak kuat lagi menumpu berat tubuhnya dan langsung ditahan Jaya, suaminya.
Baca Juga: Jokowi Tegaskan Tidak Bicara Politik dengan Sandiaga Uno Saat Bertemu di Istana
“Bagaimana keadaan pasien dok?”tanya Nadia.
“Pasien koma. Kami sudah menolong pasien sebisa kami sekarang kita hanya perlu berdoa untuk kesadaran dan kesembuhan pasien.”
“Dan, sopir taksi di nyatakan meninggal. Ia tidak selamat dalam kecelakaan ini apa kalian tau keluarga nya?”tanya dokter.
“Tidak dok.”jawab Bella.
“Oke, kalo gitu saya permisi.”pamit Dokter.
“Ava koma pah.”lirih Anna sesak.