“Iya tante, tante sama om yang sabar ya pasti Ava bakal sadar ko.”ucap Bella.Anna tersenyum haru.
“Pasti, anak tante kan kuat.”
Nadia dan Bella pun berjalan keluar dari ruang rawat Ava yang sudah di pindahkan dari ruang ICU.
“Ikshan, tante sama om pergi ke tempat admitnistrasi dulu ya.”ucap Anna.
“Jagain Ava nya bentar, jangan menyalahkan diri kamu.”ucap Anna sekali lagi menenangkan.
Baca Juga: Akun Spotify Jungkook BTS Rekor Tercepat di Korea, Sukses Lampaui 700 Juta Streaming
Kepergian kedua orang tua Ava membuat ruang rawat itu hanya tersisa dirinya dan Ava.
Ikshan berjalan ke arah bangku yang berada di samping ranjang Ava lalu ia duduk di situ, Ikshan menatap pilu Ava yang sedang memejamkan matanya.
“Aku bodoh banget ya udah bikin kamu kaya gini aku berengsek banget, maaf..”kata Ikshan sambil membawa tangan Ava dalam genggamannya, ikshan tidak tega melihat Ava seperti ini.
Dadanya sesak, ikshan merasa sangat amat bersalah.
“Coba aja aku yang nganter kamu pulang semuanya nggak bakal kaya gini, aku jahat aku bego aku lupa akan kehadiran kamu.”lirih Ikshan dengan mata yang sudah berkaca-kaca lalu ia menatap Ava tanpa sadar air matanya menetes Ikshan benar-benar merasa sesak dan menyesal. Ikshan menangis, untuk pertama kali air matanya jatuh untuk Ava. Gadis yang sangat ia cintai.
Baca Juga: Film Gita Cinta dari SMA 2023, Menggugah kenangan Romantika Era 80-an. Tetap gunakan bahasa baku
“Sayang bangun,aku mau cerita ke kamu tapi kamu bangun dulu dong jangan tinggalin aku,aku mohon.”ucap Ikshan penuh harap.
“Aku mohon, bangun va. Marahi aku jangan diam saja.”
“Maafin aku maaf.”ucap Ikshan berkali-kali, air matanya ia hapus.